Rabu, 10 Maret 2010 09:52

SISWA PERLU PERSIAPAN EKSTRA HADAPI UN

Tanjungpandan—Sejumlah Pelajar tingkat Dasar (SD), Menengah (SMP) dan Atas (SMA) tampaknya harus mulai mempersiapkan diri, mengingat waktu pelaksanaan UN yang semakin dekat dan tinggal beberapa minggu lagi. Berbagai persiapan yang telah dilakukan tak ada salahnya untuk lebih dioptimalkan lagi, karena inilah babak akhir penenuan indeks belajar para siswa selama beberapa tahun ke depan sekaligus penentuan masa depan para pelajar.

Dipastikan pada bulan Maret ini sejumlah siswa akan mengikuti UN, rasanya kini tak ada waktu lagi bagi siswa untuk berleha-leha dan bersantai ria kalau memang ingin lulus dan menyelesaikan pendidikan dengan nilai dan prestasi terbaik. Kini dalam waktu yang semakin dekat tak ada salahnya persiapan terus dilaksanakan dan ditingkatkan lagi.

Keberhasilan siswa dalam UN, tentunya bukan hanya menjadi beban siswa semata, akan tetapi semua pihak terkait memang harus ikut terlibat dan berperan penuh dalam memberikan bimbingan, motivasi dan semangat pada siswa, baik itu para guru, orang tua dan tentunya siswa sendiri yang harus melakukan persiapan ekstra dengan kerja keras dan belajar lebih giat lagi.

Pelaksanaan Try Out yang kini rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah, seyogyanya bisa membantu para siswa untuk mengukur kemamapuan yang dimiliki dalam penguasaan materi pelajaran. Namun yang perlu dipertanyakan optimalkah pelaksanaan try out tersebut?? Karena seperti yang disampaikan Kepala Seksi Kurikulum SMP/SM Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung, Edhie Wahyono di Harian Pos Belitung edisi Jum’at  5 Maret 2010 yang mengatakan bahwa perolehan nilai try out pertama siswa SMA di Kabupaten Belitung beberapa waktu lalu hasilnya belum memuaskan karena belum mencapai target 50 persen lulus, jelasnya.

Hal ini tentunya mengundang kekhawatiran kita semua, mungkinkah angka kelulusan siswa di Kabupaten Belitung akan kembali menurun seperti tahun-tahun yang lalu. Memang terdengar sangat ironis ketika tahun lalu begitu banyak pelajar yang dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang mengikuti ujian susulan dengan mengantongi ijazah paket. Dan pada akhirnya UN seringkali menjadi momok menakutkan bagi para siswa. Apalagi tingginya standar nilai yang ditetapkan Pemerintah pada tahun lalu menjadi faktor terberat yang ditengarai sebagai pemicu banyaknya siswa yang tidak lulus.

Salah satu pelajar SMAN 2 Tanjungpandan sebut saja Resky, yang sempat kami wawancarai seusai mengikuti kegiatan try out mengaku sangat grogi dan was-was menjelang pelaksanaan UN, hanya saja ia akan tetap berusaha untuk bersikap tenang dan lebih berkonsentrasi penuh untuk mempersiapkan diri, ujar Resky.

Stadar kelulusan siswa tahun ini kabarnya memang tidak mengalami perubahan, hanya saja jadwal pelaksanaan UN yang dimajukan menjadi lebih awal. Mungkin hal ini akan membuat siswa sedikit bisa bernapas lega, pasalnya seringkali ditemui salah satu faktor pemicu ketidaklulusan siswa ditenggarai karena siswa merasa grogi, takut dan tidak percaya diri karena dibayangi standar kelulusan yang ditetapkan Pemerintah terbilang cukup tinggi.

Mungkin Pemerintah memang punya alasan tersendiri, mengapa mematok standar kelulusan begitu tinggi. Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan memang perlu diupayakan dalam pencapaian SDM yang cerdas dan berkualitas, tetapi dibarengi pula dengan peningkatan mutu para guru/staf pengajar, sarana dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar .

Menghadapi pelaksanaan UN, budaya tidak percaya diri inilah yang kini harus dihilangkan dalam diri siswa, dengan rasa percaya diri yang tinggi ditunjang bekal kemampuan yang telah diasah dan dipersiapkan dengan matang rasanya tak ada alasan untuk tidak bisa mencapai target kelulusan. Kuncinya hanya dengan kerja keras ditunjang dengan niat kejujuran, kesungguhan, konsentrasi, keseriusan dalam belajar serta giat mengulang setiap bekal ilmu pelajaran yang diberikan di sekolah dengan dibarengi doa rasanya tak ada alasan lagi bagi siswa sekalian untuk takut dan gugup menghadapi UN.

Kini saatnya para siswa melakukan persiapan ekstra, tentunya dengan bantuan dan partisipasi aktif  para guru dalam pengoptimalan proses belajar mengajar dengan ditunjang pembahasan soal-soal sekaligus melakukan pendekatan psikologis kepada siswa dalam hal pemberian dukungan dan penggiatan minat belajar serta diperkuat dengan partisipasi aktif  orang tua dalam hal pemberian motivasi dan pengawasan belajar di rumah. Semoga di masa depan  dunia pendidikan kita akan semakin baik.


Sumber: Humas Setda Kab. Belitung