Rabu, 10 Maret 2010 09:43

Waspadai Flu Burung

Kelapa Kampit- Di Dusun Jawa Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit lebih dari 300 ekor ayam warga mati mendadak terserang flu burung (Bird flu, Avian influenza), tanggal 3 Maret 2010 kemarin.

Kasus flu burung ini menambah deretan kasus serupa sepanjang Desember 2009 hingga Maret 2010. Beberapa waktu lalu, kasus flu burung juga menimpa puluhan ayam milik warga di Dusun Tekukur Desa Paalsatu dan Dusun Tanjung Baru Desa Pangkalalang Tanjungpandan.

Kasus Flu burung yang menyerang ayam warga di Dusun Jawa Desa Senyubuk ini merupakan kasus flu burung yang paling banyak menimbulkan kematian ayam warga, tercatat 300 ekor ayam. Hasil pemeriksaan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan kehutanan kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengunakan rapid test, ayam-ayam yang mati mendadak dinyatakan positif flu burung.

Untuk mengetahui kemungkinan virus flu burung juga menjangkiti warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung mengambil serum darah para peternak dan warga sekitar yang ayamnya mati mendadak. Dua warga tersebut diambil serum karena mengalami sakit dengan gejala flu, setelah sebelumnya sempat kontak langsung dengan unggas. Namun, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim dr. Helly Tjandra didampingi Kabid P2PL Hadi Saputra dan staf Dwijo menjelaskan  untuk mengetahui hasil serum diperlukan waktu yang cukup lama, paling tidak sekitar dua minggu baru diketahui hasilnya. (Dikutip dari Harian Pagi Pos Belitung Rabu, 10 maret 2010).

Flu burung berbeda dengan penyakit sampar atau penyakit tetelo yang sering menyerang ayam buras (ayam kampung). Penyakit flu burung merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi.

Melihat kenyataan banyaknya desa yang terkena penyakit flu burung, tidak perlu sampai menimbulkan kepanikan. Masyarakat perlu mengetahui gejala terserang flu burung yang dibagi dua yaitu gejala pada unggas dan gejala pada manusia. Gejala pada unggas ditandai dengan jengger berwarna biru, borok dikaki, dan kematian mendadak. Sedangkan pada manusia gejalanya berupa demam (suhu badan diatas 38O C), batuk dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernafasan, pneimonia, infeksi mata dan nyeri otot.

Unggas yang terkena flu burung tidak dapat diberikan vaksinasi karena bisa mempengaruhi subtipe dari virus flu burung tersebut. Upaya pencegahan yang bisa bisa dilakukan pada unggas yaitu pemusnaan unggas/burung yang terinfeksi flu burung dan vaksinasi pada unggas yang masih sehat. Sementara itu, upaya pencegahan untuk manusia juga bisa dilakukan antara lain mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja, hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas, mengunakan alat pelindung diri, meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja, membersihkan kotoran unggas setiap hari serta imunisasi.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung