Kamis, 11 Maret 2010 09:16

KEBUDAYAAN SEBAGAI MODAL UTAMA PARIWISATA

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Babel bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata akan melakukan inventarisir dan pembinaan terhadap budaya Babel.

Budi Priadi, Direktur Pembangunan Karakter dan Pekerti Bangsa dalam Berita Kota Rakyat Pos kemarin, Rabu 10 Maret 2010 mengatakan ”Kita menyadari bahwa banyak kebudayaan asli di Bangka Belitung ini yang hampir punah karena modernisasi zaman. Oleh karena itu, kita akan mencoba menginventarisasinya untuk tetap menjaga agar tidak punah dan kalau melihat potensinya, bisa dijadikan sebagai salah satu icon pariwisata.”

Dalam pembahasannya mengenai Kebudayaan dan Pariwisata dengan Disbudpar Babel di lantai II Kantor Gubernur hari Selasa 9 Maret lalu, Budi melanjutkan ”Akan dilakukan pengecekan di lapangan terhadap budaya apa saja yang akan diinventarisir, baik suku asli daerah, benda cagar budaya, situs sejarah dan aset-aset kebudayaan serta unsur pariwisata lainnya. Prioritas utamanya adalah budaya yang hampir punah dan tidak ada regenerasi dari budaya tersebut.”

Pemprov Bangka Belitung Yan Megawandi juga mengusulkan untuk melakukan pembinaan dan mempertahankan salah satu suku di Babel yaitu Suku Sawang (Suku Laut) yang hampir punah lantaran pengaruh modernisasi. ”Suku Sawang merupakan Suku Laut yang ada di Bangka Belitung ini. Suku ini menurutnya memiliki keunikan tersendiri dan memiliki potensi untuk dijadikan salah satu aset kebudayaan dan pariwisata di Bangka Belitung,” ujarnya.

Dalam pengembangan pelestarian pariwisata seyogyanya harus kreatif dan inovatif dalam menumbuh kembangkan pariwisata yang ada dan sebagai masyarakat, kita haruslah sadar bahwa kebudayaan merupakan modal utama pariwisata.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung