Jum'at, 12 Maret 2010 09:29

PAGUYUBAN “LASKAR PERENGGU” GELAR COFFEE MORNING

Tanjungpandan- Dalam rangka meningkatkan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama, Paguyuban “Laskar Perenggu” akan menggelar kegiatan ramah tamah bertanjuk Coffee Morning yang rencananya akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur bersama sekaligus diisi dengan kegiatan dialog maupun diskusi bersama, bertempat di Rumah Adat Belitung.

Kegiatan coffee morning nantinya akan menjadi salah satu agenda pertemuan rutin yang diprakarsai Paguyuban “Laskar Perenggu” bekerjasama dengan Pemkab Belitung dikoordinir Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Belitung. Hal ini seperti disampaikan oleh Drs. Fari, salah satu Kasubbag di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Belitung yang kami konfirmasi di ruang kerjanya yang mengiyakan bahwa kegiatan coffee morning memang benar akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 16 Maret 2010, pukul 07.00 WIB yang akan dihadari langsung oleh Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein, Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos, Perwakilan DPRD, sejumlah Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan sejumlah undangan lainnya. jelasnya.
Coffee Morning selain bertujuan menciptakan kelancaran komunikasi dan suasana keterbukaan antara sesama, kegiatan Coffee Morning ini juga dapat menjadi media sosialisasi dan informasi bagi Pemerintah Daerah terhadap perencanaan dan program kerja kepemerintahan sekaligus untuk membangkitkan rasa memiliki dan tanggung jawab dari seluruh pihak yang ada di lingkungan Pemkab Belitung maupun masyarakat setempat atas keberhasilan pembangunan di Kabupaten Belitung.
Bukankah Belitung terkenal dengan Budaya begalor, keramahtamahan dan keharmonisan masyarakatnya yang hidup berdampingan secara akur dan damai. Ini merupakan modal utama Belitung yang harus senantiasa kita lestarikan dan pelihara dalam upaya mendukung kemajuan Pariwisata daerah menuju Belitung yang lebih maju.
Sebelumnya kegiatan silaturahmi di Rumah Adat, juga pernah diselenggarakan pada tanggal 8 Februari 2010 yang dihadiri para pejabat daerah serta sejumlah tokoh adat, agama dan masyarakat yang sebagian merupakan sesepuh adat (orang tua yang dihormati) di Pulau Belitong.

Kegiataan ini cukup mendapat sambutan dan antusias positif para undangan yang hadir pada kesempatan tersebut, sehingga kegiatan ini kembali digelar. Kini tidak ada salahnya jika kegiatan ramah tamah ini digelar secara rutin dan berkesinambungan, mengingat banyaknya manfaat positif yang dapat kita petik dari hikmah penyelenggaraan kegiatan ini, salah satunya sebagai forum komunikasi dan mempererat jalinan persaudaraan sesama masyarakat Belitung yang kini mulai mengalami pergesaran akibat kemajuan zaman.

Bahkan Bupati Belitung maupun Wakil Bupati Belitung dalam beberapa kesempatan memang mengusulkan dan sangat mendukung penyelenggaraan kegiatan ramah tamah yang mengambil lokasi di Rumah Adat. Hal ini selain untuk menghidupkan kembali suasana keakraban antara sesama, dipilihnya lokasi rumah adat yang diharapkan tidak hanya sekedar menjadi simbol apresiasi dan kreatifitas belaka, namun diharapkan untuk menghidupkan nuansa pemanfaatan rumah adat sebagai lokomotif penggerak yang akan menciptakan aktualisasi dan pelestarian sikap, perilaku beradat dan berbudaya sebagai wujud pelestarian adat istiadat dan budaya daerah.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung