Kamis, 18 Maret 2010 09:26

Galeri Dorong Perkembangam KUMKM

Tanjungpandan-  Sejak dibuka 29 Februari 2008, Galeri Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Pemerintah Kabupaten Belitung berhasil mendorong perkembangan produk KUMKM di daerah ini.

Manajer Galeri Sulaiman Ikhsan mengatakan, hingga Selasa (9/3) tercatat 94 KUMKM Kabupaten Belitung yang memasarkan produk mereka melalui Galeri, meliputi lebih dari 150 jenis produk. Terbanyak produk makanan dan minuman, disusul produk kerajinan, lukisan, souvenir, konveksi dan musik daerah.

Menurut Sulaiman Ikhsan, angka penjualan produk di Galeri yang dia kelola cukup prospektif. Tahun 2009, misalnya, angka penjualan tercatat Rp 337,8 juta. Sementara tahun ini, hingga akhir bulan Februari, angka penjualan sudah mencapai Rp 123,89 juta.

Mereka sendiri menargetkan, angka penjualan tahun 2010 sebesar Rp 0,5 miliar. “Dengan angka penjualan yang cukup baik hingga akhir bulan kemarin, kami optimis target itu akan tercapai,” ujar Sulaiman Ikhsan.

Karenanya dia menghimbau KUMKM di daerah ini memanfaatkan Galeri Pemerintah Kabupaten Belitung untuk promosi dan pemasaran produk mereka. Kalau ada hal-hal yang perlu disempurnakan, pihaknya siap membantu.

Selain promosi dan pemasaran produk, bersama Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Penanaman Modal Kabupaten Belitung, Galeri juga membantu proses penerbitan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, seperti sertifikasi halal prolduk dodol dan abon ikan.

Disamping itu mereka juga memberikan bantuan alat dan bahan kemasan untuk produk ikan asin, kemplang, keripik sukun dan keripik pisang, rempeyek udang reboan, keripik telur cumi, terasi, dan produk makanan lainya.

Sejauh ini, ujar Sulaiman Ikhsan, Galeri belum profit oriented atau berorientasi kepada keuntuangan. Margin keuntungan yang mereka ambil kecil, semata untuk menunjang biaya operasional. Galeri dibuka sejak pagi hingga malam hari, melibatkan 12 personil.

Karena tidak memiliki modal, hingga saat ini Galeri menggunakan sistem konsinyasi. Artinya, Galeri hanya memfasilitasi promosi dan pemasaran. Pembayaran dilakukan setelah produk terjual, sisa produk yang tidak terjual kembali kepada KUMKM bersangkutan. Menurut dia, inilah yang membuat sementara pelaku KUMKM di daerah ini enggan memasarkan produk mereka melalui Galeri.

Karenanya dia berharap Pemerintah Kabupaten Belitung dapat memberikan modal kerja. Dengan demikian Galeri dapat langsung membeli produk, sehingga KUMKM di daerah ini lebih bersemangat mengembangkan usaha mereka.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung