Senin, 22 Maret 2010 09:05

UN DIKAWAL KETAT PEJABAT NEGARA IKUT PEDULI

Hari ini, serentak di seluruh Indonesia para siswa-siswi tingkat SLTA (SMA dan SMK) mengikuti Ujian Nasional (UN). Sejumlah media cetak dan elektronik membingkai UN menjadi headline. Berita siang, Seputar Indonesia yang dipantau Humas menginformasikan tentang kepedulian pejabat negara atas berlangsungnya UN ini. Terkait dengan hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. DR.Boediono juga turut memantau langsung pelaksanaan UN, dengan mengunjungi siswa-siswi SMA 70 Bulungan Jaksel dan SMA Al-Azhar yang sedang mengikuti UN, sekaligus memberikan motivasi kepada mereka agar dapat menyelesaikan masa ujian ini dengan sebaik-baiknya dan lulus dengan angka yang memuaskan sekaligus memastikan kelancaran pelaksanaannya.

    Untuk menghindari kebocoran soal seperti yang terjadi pada tahun-sebelumnya, tahun ini naskah soal UN dikawal ketat dan dijaga 24 jam oleh pihak berwajib serta baru didistribusikan pada hari dimana mata pelajaran tersebut diujikan pada tiap-tiap sekolah. Demi aman dan lancarnya serta terjaminnya kerahasiaan soal, di sejumlah SLTA Ibukota menggunakan  camera cctv untuk melakukan pemantauan sekaligus sebagai alat dokumentasi lengkap, jika ada temuan kasus di kemudian hari. Di DKI Jakarta tahun lalu tingkat atau prosentase kelulusan siswa SLTA mencapai 92%. Harapannya tahun ini, dapat lebih baik lagi, mengingat sistem yang semakin baik dan ketat pengawasannya.

    Sedikit berbeda dengan tahun lalu, UN 2010 mematok standar kelulusan tiap mata pelajaran yang diujikan 0,25 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sekarang standar kelulusan tiap mata pelajaran sebesar 5,5, sedangkan tahun lalu hanya 5,25. Minimal hanya boleh ada angka 4 untuk dua mata pelajaran saja. Apabila siswa tidak bisa memenuhi target tersebut, dapat mengikuti ujian perbaikan pada mata pelajaran yang dinilai kurang, bulan Mei mendatang.

    Sebagaimana yang dilansir dari JPNN.com, Wapres mengungkapkan di sela-sela kunjungannya di SMAN 70 bahwa dirinya
memang berniat untuk melihat secara fisik persiapan UN di SMA kali ini. Dan saya juga melihat bahwa persiapan UN kali ini sudah rapi. Semoga saja di daerah-daerah lain juga memiliki persiapan yang demikian. Terkait dengan pelaksanaan UN di Jakarta yang berjalan cukup lancar ini, Boediono juga mengatakan bahwa dirinya melihat UN yang merupakan even nasional ini patut disyukuri oleh semua pihak. "Soalnya, pelaksanaan UN ini bertujuan untuk kebaikan, terutama dalam peningkatan standar pendidikan di tanah air," jelas Boediono.

Boediono juga menilai bahwa upaya untuk menjaga keamanan dan kejujuran di lingkungan sekolah sudah mulai berjalan dengan baik. "Saya harapkan sekali agar aspek kejujuran ujian ini benar-benar dijaga. Karena artinya sangat penting, yakni untuk mendapatkan hasil yang jujur dan adil untuk anak-anak kita. Selain itu, anak-anak kita juga akan melihat ini sebagai hasil yang benar-benar obyektif," paparnya.

Namun demikian, kalaupun terjadi kesalahan soal misalnya, atau soal tertukar dan rusak, Boediono menegaskan bahwa hal itu sudah ada aturannya. "Masalah itu kan sudah ada SOP (Standard Operational Procedure)-nya. Instruksi saya (adalah), aspek kejujuran dan obyektifitas harus dipelihara oleh semua pihak," tukasnya.

Sekadar diketahui, dalam kegiatan pemantauan UN hari ini, Boediono nampak juga didampingi oleh beberapa menteri KIB II. Antara lain yakni Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan.
Sumber: Dari berbagai Media