Senin, 22 Maret 2010 09:34

SIMBOL BUDAYA MELAYU; KAIN CUAL

Pangkalpinang, Tenun Kain Cual merupakan kerajinan tradisional khas dari Kepulauan Bangka Belitung yang menjadi simbol budaya Melayu dan wajib dilestarikan serta dikembangkan. Bentuknya seperti songket, tapi mempunyai motif khas tersendiri yang membedakannya dari Songket.

Eko Maulana Adi, Gubernur Provinsi Bangka Belitung di Harian Metro Bangka Belitung pada Sabtu 20 Maret kemarin mengatakan, ”Masyarakat Bangka Belitung hendaknya memiliki kesadaran yang tinggi dalam melestarikan budaya beserta simbol-simbolnya. Kain Cual ini sudah dikenal masyarakat baik secara Nasional maupun Internasional, sehingga pengembangan kerajinan Kain Cual ini harus mendapat perhatian bersama.”

Tenun Kain Cual Bangka Belitung bisa menjadi usaha yang menjanjikan jika dikembangkan secara serius, karena mutunya bagus dan harga jual yang cukup tinggi. ”Hal ini tentu memiliki prospek yang bagus untuk mendukung dunia pariwisata Bangka Belitung dan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama pengusaha Kain Cual,” lanjut Eko.

Menurut beliau, Kain Cual Bangka Belitung ini telah dikenal dan digunakan oleh desainer-desainer ternama Nasional. Wisatawan luar negeri pecinta kain pun tidak sedikit yang menyatakan ketertarikannya pada kain Cual Bangka Belitung.

Bahkan Oscar Lawalata, seorang desainer terkenal Indonesia begitu mengagumi keunikan motif kain tenun Cual Khas Bangka Belitung. "Keunikan kain tenun Cual khas Bangka Belitung terletak pada teknik pembuatannya yang menggabungkan teknik tenun ikat dengan tenun songket. Ini harus dipertahankan dan dikembangkan sebagai salah satu kekayaan khazanah bangsa," ujarnya saat menghadiri lomba 'Tenun Kain Cual' di rumah dinas Walikota Pangkalpinang, di Pangkalpinang tahun lalu.
Adapun beberapa motif dari Kain Cual, diantaranya motif Merak, Bebek Setaman, Kembang Setangkai, Kura-kura, Naga Besaing, Kucing Tidur, Gajah Mada, Papan Sekeping, motif perpaduan Bebek dan kembang Sumping, Kembang setangkai dan kembang rukem.

Maka dari itu kekayaan khasanah budaya harus tetap dilestarikan dan tentunya pasar selalu akan terbuka bila hasil kerja pengerajin mutu, desain dan tampilannya makin menarik. (ny)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung