Selasa, 23 Maret 2010 09:21

Flu Burung Merebak Lagi Puluhan Ayam Mati Mendadak

Kelapa Kampit- Setelah beberapa waktu lalu sekitar 300 ekor ayam mati mendadak, lagi-lagi puluhan ekor ayam mati mendadak. Seperti yang di paparkan Harian Pagi Pos Belitung edisi selasa, 23 Maret 2010 menyatakan bahwa kasus flu burung (aviant influenza/ H5N1) kembali merebak di wilayah desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit. Kali ini flu burung menyerang ayam milik warga di RT 3 Rw 1 Dusun Selindang Desa Senyubuk.

Hasil pengecekan sample darah oleh tim dari Bidang Peternakan Dinas Kehutanan dan Pertanian Kabupaten Belitung Timur (Beltim), senin 22 Maret 2010, diketahui ayam-ayam tersebut positif flu burung.

Kabid Peternakan dan Pertanian Kabupaten Beltim, Heru Indramata melalui media telpon kepada grup Bangka pos, Senin, 23 Maret 2010 Malam, menyatakan timnya sudah turun kelapangan untuk melakukan pengecekan sample maupun penyemprotan desinfektan di sekitar lingkungan ditemukannya ayam yang terinfeksi. Dari hasil pengecekan sample terhadap ayam yang mati, diketahui positif terinfeksi virus flu burung (H5N1).

Sebelumnya, beberapa waktu lalu pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim dan Puskesmas Kelapa Kampit telah melakukan sosialisasi mengenai upaya pencegahan dan antisipasi terhadap penularan flu burung. Namun dari seluruh Kepala Desa di Kecamatan Kelapa Kampit yang diundang, ternyata hanya beberapa Kepala Desa yang hadir.

Petugas Surveilens Puskesmas Kelapa Kampit, M Budiartha mengemukakan pihaknya mengetahui kasus ini setelah menerima laporan warga. Laporan tersebut, kemudian dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim dan Dinas Kehutanan dan Pertanian Kabupaten Beltim.

Tim dari Dinas Kesehatan dalam waktu dekat akan mengambil sample darah warga yang mengalami sakit gejala ISPA, yang bermukim di sekitar wilayah tertular virus flu burung.

Budiartha juga mengatakan pemerikasaan serum dari pengambilan sample darah warga di Dusun Jawa beberapa waktu lalu ditemukan virus.

Sementara itu Suhendi, warga dusun Selindang, pemilik ayam yang mati mendadak mengungkapkan baru mengetahui ayam-ayamnya tertular flu burung setelah tim dari Bidang Peternakan Dinas Ketuhanan dan Pertanian Kabupaten Beltim melakukan pengecekan sample darah ayam yang sudah mati.

Kejadian ayam miliknya mati mendadak tersebut telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Ia bahkan kehilangan sekitar 30 ekor ayam miliknya.

“Kalau memang harus dimusnahkan, saya akan musnah ayam kampung yang masih hidup saat ini. Untuk antisipasi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun sayang tapi apa boleh buat. Jangan sampai menular ke  ayam lainnya atau menular ke manusia,” ujarnya.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung