Sabtu, 7 Juni 2008 23:30

OMS SERBAGUNA: MENYAMBUT HARKITNAS DENGAN KARYA NYATA

Momentum peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 2008 yang lalu dan fenomena merebaknya penggunaan teknologi informasi dalam berbagai bidang kehidupan dewasa ini, disikapi oleh kaum muda Desa Tanjung Pendam yang tergabung dalam “OMS Serbaguna” dengan menggelar karya nyata di bidang pendidikan teknologi informasi. Dengan difasilitasi oleh Pemkab Belitung, melalui Bappeda, OMS Serbaguna telah melakukan pelatihan pengenalan komputer dan teknologi informasi bagi siswa-siswi SD Negeri 6 dan 10 Tanjungpandan. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, dari tanggal 24 s.d 25 mei 2008, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Tanjung Pendam. Dalam melaksanakan pelatihan tersebut OMS Serbaguna dibantu 2 (dua) orang narasumber/instruktur yang memberikan materi pelatihan, yaitu 1) Mardi Smolik, M.Si dan 2) Wachjudi, A.Md. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan pelatihan adalah siswa-siswi kelas VI, sebanyak 60 orang dari kedua sekolah dasar tersebut. Acara pelatihan pada hari pertama dibuka dengan laporan ketua panitia pelaksana, yaitu Helmi, selaku Ketua OMS Serbaguna Desa Tanjung Pendam. Dalam laporannya Helmi menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan perwujudan dari misi sosial yang harus dilaksanakan oleh OMS Serbaguna sebagai bentuk partisipasi kaum muda dalam pembangunan desa. Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan, yang diwakili oleh Bpk. Shofwan AR, menyambut baik inisiatif pihak OMS dalam memajukan pembangunan khususnya bidang pendidikan. Beliau juga menekankan masih minimnya siswa-siswi SD di Kab. Belitung yang mengenal apalagi menguasai teknologi informasi (komputer). Kompetensi penguasaan komputer untuk tingkat SD adalah penguasaan progam aplikasi pengolah kata (Microsoft Word), pengolah data (Microsoft Excel), aplikasi presentasi (Microsoft Power Point), dan aplikasi permainan (games). Setiap tahunnya Dinas Pendidikan selalu kesulitan mencari siswa-siswi yang akan diikutsertakan dalam perlombaan computer di tingkat propinsi, dan kalaupun ada penguasaan siswa baru terbatas pada program Microsoft Word. Acara pembukaan ditutup dengan sambutan Kepala Bappeda Kab. Belitung yang sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan. Kepala Bappeda, yang diwakili oleh Ibu Rofridawati, menekankan perlunya sinergi berbagai pihak dalam mensukseskan berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh OMS Serbaguna di tingkat desa. Pihak OMS selain mengelola bisnis jasa internet dengan akuntabel, juga diwajibkan melaksanakan misi sosial menyebarkan pengetahuan teknologi informasi kepada masyarakat desa. Siswa-siswi SDN 6 dan 10 menyerap 2 jenis materi pelatihan dari narasumber/instruktur, yaitu 1) materi pengenalan komputer dan teknologi informasi yang disampaikan oleh Mardi Smolik, M.Si, dan 2) materi pengenalan aplikasi pengolah kata yang disampaikan oleh Wachjudi, A.Md. Dalam penyampaian materi tersebut, instruktur menggunakan alat peraga berupa berbagai komponen komputer agar siswa dapat memahami prinsip dan cara kerja komputer. Selain itu setelah penyampaian materi, para siswa dibimbing secara langsung oleh instruktur dan para operator Warnet Serbaguna untuk melakukan praktek terhadap materi yang disampaikan. Pelatihan berlangsung dengan pola interaktif, dimana para instruktur lebih banyak mengajak para siswa untuk berkomunikasi dan berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga para siswa terlihat sangat antusias terhadap berbagai materi yang disampaikan. Banyak sekali pertanyaan para siswa yang bernada lugu diajukan kepada instruktur, seperti “dapatke ngirim surat ke kawan kite pakai internet?” atau kiape ken care ngidupek komputer neh? Tanya seorang siswa yang baru kali itu menjamah komputer. Saat yang paling seru adalah pada saat jam praktek karena masih banyak siswa yang sebelumnya belum pernah menjamah komputer sehingga pada saat praktek kesibukan para siswa adalah berusaha mencari abjad pada tombol keyboard secepat mungkin agar narasi yang diberikan oleh instruktur sebagai bahan praktek dapat diketik dengan dengan benar dan sesingkat mungkin. Pada saat praktek tidak henti-hentinya para siswa menarik-narik lengan baju para instruktur agar membantu mereka dalam praktek tersebut. Pak tulong aku ne, ayaaa . . . kiape cara miringek huruf’e . … adalah salah satu celotehan siswa pada saat praktek. Mendekati pukul 12.30 WIB, pelaksanaan praktek para siswa dicukupkan karena jatah nasi bungkus yang ditunggu telah datang, dan disambut siswa dengan gembira. Mun gini se, kamek nak be tiap hari belajar komputer disinek, celoteh para siswa gembira sambil membuka santap siang. Tidak hanya siswa, instruktur dan segenap panitia yang terlibat juga telah merasakan keroncongan, dan bersama-sama santap siang sambil bersyukur bahwa kegiatan telah dilaksanakan dengan sukses. Tekad kami adalah memajukan Desa Tanjung Pendam melalui bidang teknologi informasi. Sumber: Mardi Smolik, M.Si