Kamis, 25 Maret 2010 09:25

50 PERSEN TERUMBU KARANG RUSAK BELITUNG DAN BELITUNG TIMUR MASIH BAGUS

Pangkalpinang, Terumbu karang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia yang memiliki struktur alami serta mempunyai nilai estetika yang tiada taranya. Selain sebagai lingkungan yang alami, terumbu karang juga mempunyai banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai aspek ekonomi, sosial dan budaya.

Lebih dari 50% ekosistem terumbu karang di Pulau Bangka rusak, akibat sedimentasi dari penambangan timah di laut. Hanya wilayah Belitung dan Belitung Timur, kondisi terumbu karang masih dinyatakan bagus.

Demikian hasil kesimpulan ekplorasi terumbu karang yang dilakukan oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) periode 2007 hingga 2010. (seperti dikutip dari harian pagi Pos Belitung, Rabu-24 Maret 2010)

Wilayah yang mengalami kerusakan ekosistem terumbu karang yang terbesar di antaranya Kabupaten Bangka meliputi, wilayah Pantai Batu Putih, Pantai Teluk Limau, dan Penyusuk. Di Kabupaten Bangka Barat meliputi Pantai Tanjung Ular, desa Teluk Limau Jebus, Pantai Bembang, Pantai Ketawai dan Pulau Panjang. Sementara di Kabupaten Bangka Selatan dari 5 tempat yang di survey kerusakan terparah terjadi di Pantai Kerasak dimana kondisi terumbu karang sudah tertutupi sediment dan ditumbuhi makroalga akibat pengaruh TI apung.

Ancaman kerusakan terumbu karang semakin parah akibat penambangan timah dilaut yang tidak terkontrol. Tim Universitas Bangka Belitung (UBB) sangat menyayangkan kondisi ini, dimana saat ini pemerintah sedang mengembangkan sektor unggulan pasca timah, namun hal ini dirusak oleh aktifitas penambangan.
Sumber: Pos Belitung