Jum'at, 26 Maret 2010 12:56

ENERGI BABEL BARU TERPENUHI 40%

Pangkalpinang, Kebutuhan energi di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini hanya 40% yang terpenuhi atau dengan kata lain sekitar 60% masyarakat Bangka Belitung belum mendapatkan kebutuhan energi yang layak.

“Elektifikasi di Bangka Belitung saat ini baru mencapai kurang lebih 40%, ini berarti 60% masyarakat Bangka Belitung belum menikmati energi listrik secara proporsional. Untuk itu, masyarakat Bangka Belitung sangat mendambakan dapat menikmati energi baru, mengingat Bangka Belitung memiliki begitu banyak yang dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat dan dunia usaha,”ujar Tajudin, Asisten Administrasi Umum Pemprov Bangka Belitung.(seperti dikutip dari Harian Babel Pos-Kamis, 25 Maret 2010)

Tajudin juga berharap, dengan adanya pemahaman dan pelatihan Iptek Nuklir dapat melahirkan ide-ide strategis dalam rangka pengembangan energi di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, diharapkan dukungan dan bantuan Pemerintah Pusat untuk menempatkan PLTN di Bangka Belitung, hendaknya direalisasikan dalam waktu yang tidak lama, sehingga masalah kekurangan energi di Bangka Belitung dapat terealisasi secara bertahap.

Sementara itu, Deputi Kementrian Negara Riset dan Teknologi Bagian Dinamika Masyarakat, Carunia Mulya Firdausy mengatakan bahwa geografis Bangka Belitung dinilai cocok untuk di bangun PLTN tersebut.
“Syarat utama pembangunan PLTN adalah harus dekat dengan laut, karena ait laut juga dipergunakan dalam mengoperasikan PLTN tersebut, jadi Bangka Belitung cocok,”katanya.

Untuk wacana pembangunan PLTN di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri hingg saat ini baru memasuki tahap kajian “tapak” atau kajian lapangan oleh Badan Nuklir (Batan) Nasional dan Dunia. Karena untuk membangun 1 unit PLTN dengan kapasitas sekitar 1.250 MW membutuhkan dana sekitar Rp. 10 hingga Rp. 15 triliun, sedangkan lamanya pembangunan 1 unit PLTN dibutuhkan waktu tidak kurang dari 8 tahun.

Carunia juga sempat menjelaskan bahwa beberapa Negara sempat tertarik untuk menanamkan modalnya di bidang PLTN tersebut seperti Jepang, Korea maupun Prancis.
Sumber: Babel Pos