Senin, 29 Maret 2010 13:50

BUPATI TINJAU PELAKSANAAN UN TINGKAT SMP/MTs/SMPLB, UN HARI PERTAMA BERJALAN LANCAR

Tanjungpandan--Berselang satu minggu dari penyelenggaraan UN tingkat SMA/SMK/MA/SMALB, pada hari ini, Senin, 29 Maret 2010 giliran pelajar tingkat SMP/MTs/SMPLB yang bersiap menghadapi UN yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung mencatat jumlah siswa SMP/MTs dan SMPLB yang akan mengikuti UN berjumlah 2.126 siswa. Empat mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpadu, seperti yang kami lansir dari Harian Pos Belitung, edisi Kamis, 26 Maret 2010.

Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung, Drs.Rafeli melalui Kasi Kurikulum dan Peningkatan Mutu SMP/SM Edhie Wahyono mengatakan, soal UN untuk SMP/MTs dan SMPLB sudah tiba di Tanjungpandan pada Kamis, 25 Maret 2010 sore yang diangkut dengan menggunakan Express Bahari dari Pangkalpinang. Sama halnya dengan soal-soal UN SMA/sederajat, soal-soal UN SMP/sederajat langsung diamankan di Kantor Polres Belitung. Setelah menginap selama dua malam, pada Sabtu, 27 Maret 2010 akan didistribusikan ke Polsek masing-masing kecamatan. Sedangkan kartu tanda peserta UN telah didistribusikan sejak pekan lalu, jelas Edhie.

Sementara pada hari pertama pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs/SMPLB berlangsung, Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan ke beberapa sekolah di Kecamatan Tanjungpandan.

Peninjauan pertama dilakukan dengan mengunjungi SMP N.6 Tanjungpandan yang terletak di Jl.A.Yani persisnya di depan GOR Tanjungpandan. Dari hasil peninjauan disebutkan sebanyak 145 siswa yang terdiri dari 70 siswa Laki-laki dan 75 siswa Perempuan dinyatakan terdaftar dan hadir mengikuti UN. Pelaksanaan UN dilakukan dengan mempergunakan 8 ruang kelas dengan materi ujian Bahasa Indonesia, hal ini seperti disampaikan oleh pihak sekolah SMP N 6 Tanjungpandan.

Sementara peninjauan kedua dilakukan dengan mengunjungi SMP N 2 Tanjungpandan. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Sekolah SMPN 2 menyebutkan bahwa sebanyak 193 siswa terdaftar mengikuti UN, hanya saja terdapat 1 orang siswa yang mengundurkan diri berselang dua minggu sebelum pelaksanaan UN.

Mengenai masalah pengunduran diri siswa yang dinilai Bupati sangat disayangkan, sebelumnya pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi persoalan tersebut, salah satunya dengan melakukan pendekatan pribadi dengan mengunjungi tempat tinggal siswa dalam rangka membujuk dan memberikan motivasi kepada siswa. Mengingat masalah ini terjadi dinilai bukan akibat faktor ekonomi keluarga melainkan masalah kemauan siswa itu sendiri yang tampaknya kurang berminat untuk melanjutkan pendidikan serta faktor lingkungan, jelas Kepsek.

Disela-sela peninjauan Bupati dan rombongan juga sempat berkeliling diseputaran sekolah, salah satunya mengunjungi hasil pembuatan rumah daur ulang yang merupakan salah satu hasil kreatifitas siswa SMP N 2 dan kantin sekolah.

”Sekolah ini lumayan bersih, sejuk dan asri, sekarang tinggal bagaimana kita bisa mempertahankan dan meningkatkan kondisi ini agar lebih baik lagi, ungkap Bupati disela-sela peninjauan.

Peninjauan diakhiri dengan mengunjungi SMP N 1 Tanjungpandan. Dalam laporan yang kami peroleh dari pihak sekolah disebutkan bahwa sebanyak 145 siswa hadir mengikuti UN yang tersebar dalam 8 ruangan kelas. Disela-sela peninjauan Bupati juga sempat meninjau Laboratorium Bahasa dan berdialog dengan Kepala Sekolah dan para guru..

Menurut salah satu Tim Pematau Independent Akper, Amiruddin, S.Kep, NS yang sempat kami temui disela-sela peninjauan di SMP N 1 mengungkapkan bahwa sejauh ini pelaksanaan UN hari pertama masih berjalan lancar dan aman. Sejauh ini belum ditemukan keganjalan atau hal-hal yang mengkhawatirkan, mudah-mudahan akan seperti ini hingga pelaksanaan pada hari terakhir, ungkapnya.

Darmansyah berharap agar target kelulusan siswa dalam pelaksanaan UN tahun ini bisa mencapai 100 %. Mengenai isu penyimpangan baik itu kebocoran soal dan kunci jawaban yang ramai diberitakan di media. Bupati menjelaskan bahwa sampai sejauh ini Di Kabupaten Belitung belum ditemukan adanya upaya penyimpangan yang dilakukan pihak pendidik. Keisengan mungkin saja terjadi dari pihak lain di luar sekolah.

Persiapan mengahadapi UN ini diupayakan maksimal, mengingat ifrastruktur dan fasilitas pendukung sekolah sudah disiapkan dan terus diupayakan Pemerintah, sekarang tinggal bagaimana kita bisa memberikan motivasi dan dorongan terhadap siswa, dalam hal ini faktor lingkungan dan orang tua juga turut berpengaruh besar terhadap kelulusan siswa.

Mengingat saat ini godaan-godaan terhadap anak-anak cukup tinggi, ini merupakan tantangan bagi kita sekalian dalam melakukan pengawasan terhadap anak di luar jam sekolah. Oleh karenanya, dalam hal ini peran media massa sangat berperan dalam membantu Pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

Salah satu contoh upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam hal ini yakni, dengan menyediakan berbagai fasilitas dan ifrastruktur yang dibutuhkan sekolah bagi kelancaran pendidikan, seperti halnya penyediaan biaya sekolah gratis dan program beasiswa, namun kemajuan dunia pendidikan membutuhkan kerja keras kita bersama tidak terkecuali masyarakat dan para orang tua yang harus senantiasa memberikan motivasi dalam diri anak, karena hidup bukan hanya semata mencari materi akan tetapi yang terpenting bagaimana kita mencari ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat, ungkap Bupati.

Turut hadir dalam peninjauan Sekda Belitung, Ir.H.Mulgani, Asisten II Bidang ekonomi dan Pembangunan Karyadi Sahminan, SE, M.AP, Kepala Satpol PP, Azhar, S.Ip, Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Rafeli, Kabag Kesejahteraan Rakyat, Ahyat, AD, Kasubbag Pers dan Peliputan Bagian Humas, Zakina, S.Sos, M.Si serta sejumlah pejabat lainnya.


Sumber: Humas Setda Kab. Belitung