Senin, 5 April 2010 09:51

RAPELAN PNS TELAT

Jakarta --- Kenaikan gaji PNS sebesar lima persen beserta rapelan awal April ini, tidak tercapai. Hal ini dikarenakan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kenaikan gaji belum sempat diteken Presiden SBY.

Deputi Menteri PAN&RB bidang SDM, Ramli Naibaho dalam harian pagi Babel Pos edisi Sabtu 3 April mengatakan bahwa masih menunggu keputusan turunnya PP, dan jika sudah turun Menteri Keuangan sudah bisa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan. Dan untuk pertanyaan kapan, Ramli menjelaskan “Kapan??saya tidak tahu. Itu adalah kewenangan Presiden. Tapi kemungkinan tetap pada bulan ini realisasinya, jadi sabar saja.”

Sementara itu Olly Dondokambey, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI mengatakan “ Hal ini sudah dibahas antara pemerintah dan DPR. Telah saya tanyakan ke pemerintah, pada dasarnya mereka sudah siap mengeluarkan surat edaran. Dananya juga sudah ditransfer ke daerah, namun harus tunggu PP dulu baru bisa action.”

Olly berharap, pemerintah daerah tidak menahan gaji PNS untuk mendapatkan bunga deposito bank. Gaji harus dibayarkan setiap awal bulan dan bukan di atas tanggal 5 bulan berjalan. Karena kerap Olly mendapatkan laporan bahwa ada beberapa daerah yang pembayaran gajinya nanti tanggal 10.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan di pusat. Mereka sudah menerima gaji setiap tanggal 1 atau 2. Demikian juga instansi vertikal di daerah seperti TNI, Polri, Kanwil Agama, BPKP. “Kalau dipusat rata-rata sudah sesuai aturan, yang banyak masalah di daerah. Jangan karena pengawasan di daerah dilakukan oleh pejabat daerah sehingga semaunya menetapkan pembayaran bukan di awal bulan,” lanjut Olly.
Sumber: Babel Pos