Selasa, 6 April 2010 09:09

BATAN TARGETKAN PLTN SIAP PAKAI 2016

Jakarta---Ketakutan masyarakat mengenai dampak negatif dari nuklir, menjadi salah satu faktor timbulnya penolakan sebagian masyarakat terhadap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sementara kondisi saat ini, penduduk Indonesia terus tumbuh mencapai lima persen setiap tahunnya. Semakin banyak jumlah penduduk, tentu semakin banyak pula energi yang dibutuhkan. Beberapa tahun ke depan, bisa saja sumber energi yang ada sekarang bisa habis. Inilah salah satu alasan mengapa pentingnya memanfaatkan sumber daya nuklir, kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo dalam forum komunikasi media bertajuk Nuklir untuk Kesejahteraan, di kantor harian Seputar Indonesia, Jakarta, Senin (5/4/2010), seperti yang kami lansir dari okezone.com edisi Senin, 5 April 2010, pukul 15.46 WIB.

Perlunya membangun PLTN adalah untuk meningkatkan pasokan daya listrik yang cenderung defisit. Sumber daya alam, jika digali terus lama kelamaan akan habis. Sementara itu, uranium yang merupakan sumber energi untuk PLTN cadangannya melimpah dan tak akan habis.

Selanjutnya Hudi Hastowo melalui okezone mengimbau agar masyarakat tidak langsung berpikiran negatif terhadap pengembangan PLTN. "Coba dipikirkan dahulu. Mendesakkah membuat PLTN? memang tidak untuk tahun ini. Namun untuk jangka waktu 10 tahun kedepan kita memerlukannya," ungkap Hudi

Dia juga berusaha meyakinkan masyarakat bahwa PLTN aman digunakan. Karena dalam hal ini, BATAN telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mulai membangun PLTN, termasuk aspek keamanan dan keselamatan. "Segala hal yang bisa ditangani dari aspek teknologi sudah kami pertimbangkan," tegasnya.

Sejak jauh hari, BATAN sudah memperhitungkan dampak negatif yang dikhawatirkan akan merugikan masyarakat. BATAN sendiri memiliki tim penanggulangan bahaya, baik untuk di lingkungan PLTN itu sendiri maupun di lingkungan sekitar sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.

Seperti yang diungkapkan, Direktur BATAN Syahril dijelaskan bahwa saat ini pembangunan PLTN sudah mulai memasuki tahap project decision. Rencananya PLTN akan dibangun di Semenanjung Muria, Jepara. "Tahap pre project sudah rampung, memasuki fase berikutnya di tahap project decision perlu dukungan pemerintah. Pembangunan PLTN membutuhkan waktu delapan hingga 10 tahun. Nantinya, satu unit PLTN bisa menghasilkan listrik sebesar 1400 MW. "Pada 2016 BATAN menargetkan Indonesia sudah mulai menggunakan listrik dari PLTN," tegasnya.
Sumber: okezone.com