Rabu, 7 April 2010 09:37

LENGKUAS, PULAU EKSOTIK YANG MEMBUTUHKAN PENATAAN ULANG

Tanjungpandan --- Belitung menjadi sangat terkenal seantero Indonesia tatkala film Laskar Pelangi diputar di bioskop. Ternyata tidak hanya ceritanya saja yang sangat inspiratif , edukatif dan mengharukan. Lokasinya pun mampu membuat mata ini tak berkedip dan mengucapkan kata “Luar biasa!” atas keindahan yang ditampilkan oleh pulau ini. Belitung memang pas diberi julukan Negeri Laskar Pelangi Yang Eksotik, apalagi ditambah dengan bertebarannya pulau-pulau kecil yang cantik mempesona.

Salah satu pulau kecil yang menjadi destinasi utama dalam kunjungan turis domestik maupun Internasional adalah Pulau Lengkuas. Untuk menuju pulau seluas ± 1 hektar ini tidak terlalu banyak memakan waktu, hanya sekitar 20 menit saja dengan menggunakan perahu motor dari Tanjung Binga Kecamatan Sijuk.

Menariknya, dalam perjalanan menuju pulau ini perahu akan melewati beberapa pulau kecil seperti Pulau Burung, Pulau Babi dan beberapa pulau kecil lainnya. Tiba di pulau Lengkuas, pengunjung akan disambut oleh taman karang bawah laut yang mempesona dengan ikan-ikan karang yang hidup didalamnya. Selain itu hamparan pasir putih dan jajaran batu granit menjadi hal terbaik di pulau yang memiliki mercusuar setinggi 60 meter ini.

Mercusuar buatan Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882 yang terbuat dari baja ini tampak semakin tua. Hal ini dikarenakan kurangnya perawatan sehingga bangunan mulai dimakan karat.

Tasmin, penjaga mercusuar Pulau Lengkuas dalam harian pagi Pos Belitung 7 April 2010 mengatakan ” Renovasi bangunan ini terakhir tahun 1969. Sampai saat ini belum dilakukan renovasi lagi. Makanya sudah banyak bangunan yang rusak.”

”Tidak hanya bangunan yang rusak, fasilitas lainpun sangat minim. Fasilitas toilet dan tempat bilas bagi pengunjung yang datang belum ada. Dapur milik penjaga pun masih menggunakan tungku tradisional,” lanjut Tasmin.

Menanggapi kondisi ini, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bangka Belitung, Tellie Gozelie menjelaskan ”Pulau Lengkuas merupakan salah satu ikon pariwisata yang dibanggakan Pemkab Belitung. Mercusuar merupakan asset Ditjen Perhubungan Laut, sehingga pemkab terbentur dengan birokrasi untuk segera memperbaikinya. Namun Pulau Lengkuas sangat eksotik dan cukup dikenal luas di luar Pulau Belitung, sehingga tidak ada salahnya pemda memperbaikinya. Setidaknya sediakanlah toilet yang memadai. Jadi bila wisatawan datang, mereka merasa lebih nyaman.”

Tellie berharap Pemkab Belitung segera melakukan koordinasi dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk membuat bangunan di sekitar mercusuar yang bisa dimanfaatkan menjadi tempat menginap bagi wisatawan yang suka dengan petualangan alam. Para wisatawan ini pada malam hari bisa diajak melihat proses penyu bertelur atau menikmati keindahan alam sekitar pulau di malam hari.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung