Senin, 26 April 2010 02:01

BHAKTI SOSIAL SOSIAL MEDIS OPERASI KATARAK

Tanjungpandan--”Keluarga besar Alm. Drs. H. Yusuf Bakri mengadakan Bhakti Sosial Medis Operasi Katarak yang berlangsung di Puskesmas Air Saga Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung dengan jumlah pasien katarak sebanyak 47 orang”, ujar Nadimah Yusuf Bakri selaku perwakilan keluarga dalam sambutannya di Puskesmas Air Saga, Jum’at, 23 April 2010.

Selain Bhakti Sosial Medis Operasi Katarak, pihak keluarga Alm. Drs. H. Yusuf Bakri juga akan melaksanakan operasi minor, bibir sumbing dan khitanan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 April 2010 di Puskesmas Perawas.

Pada kesempatan ini, Bupati Belitung Ir. H. Darmansyah Husein yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administarasi Setda Kabupaten Belitung, Drs. H. Jasagung Hariyadi, M.Si dalam sambutannya mengatakan kalaupun Pemerintah Kabupaten Belitung telah menetapkan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama, namun alokasi dananya belum bisa optimal.

Jasagung Menambahkan, hal tersebut terjadi karena terkendala daya jangkau pelayanan operasi yang masih rendah, kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi serta ketersediaan tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan mata yang masih sangat terbatas, apa lagi jika harus menjangkau hingga kepelosok-pelosok. ”Karena itu, pemerintah menyambut baik bhakti-bhakti sosial seperti ini, apalagi tahun 2010 adalah Tahun Indosesia Sehat,” ujar Jasagung
Data kesehatan Indonesia menyatakan bahwa angka penderita katarak di Indonesia terbilang cukup tinggi. Pasalnya dibandingkan dengan angka kebutaan di negara-negara Asia Tenggara, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,7 persen dari jumlah kebutaan 3 persen dari penduduk dunia.

Sementara itu, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 80 persen penyandang tuna netra dari 45 juta orang di seluruh dunia, rata-rata berusia diatas 50 tahun. Lebih jauh, kasus kebutaan akibat katarak menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena insiden katarak saat ini telah mencapai 210 ribu orang per tahu, sedangkan yang mampu dioperasi baru hanya sekitar 80 persen saja.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung