Selasa, 27 April 2010 10:05

BABEL PERINGKAT 5 URUTAN TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Tanjungpandan- Pusat Kajian Administrasi Internasional Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia mengadakan diskusi tentang Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Ekonomi Daerah, Tadi pagi, Selasa, 27 April 2010 bertempat di Ruang Sidang Setda Kabupaten Belitung. Kegiatan ini dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam Kesempatan ini, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah, Ir. Hermanto melalui perwakilannya Ellisabeth dalam paparannya menyampaikan bahwa kawasan Belitung merupakan kawasan strategis yang dilalui Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki).

Ellisabeth juga menjelaskan Dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Belitung pelakukan berbagai pelatihan, antara lain Pelatihan Industri Kecil, Pelatihan Pengelolaan Hasil Laut, pelatihan Teknik Pengelasan, Pelatihan Pemandu Wisata, Pelatihan Selam serta Penguatan Kapasitas Kelembagaan Desa.

Sementara itu, Perwakilan Pusat Kajian Administrasi Internasional Lembaga Administrasi Negara, Widi Novianto dalam paparannya menjelaskan salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui potensi dan sumberdaya ekonomi daerah dalam upaya pengembangan kapasitas pembangunan ekonomi daerah serta melakukan advokasi skenario kebijakan percepatan pembangunan ekonomi daerah.

Selanjutnya, Widi menjelaskan alasan Bangka Belitung menjadi tujuan Pusat Lembaga Kajian Administrasi Internasional adalah karena indeks kemiskinan Bangka Belitung menempati urutan ke-5 dari Seluruh Propinsi di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini 5 Orang perwakilan dari Pusat Kajian Administrasi Nasional Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Kabag/ Kadin/ Kabid dari berbagai instansi di Lingkungan Pemkab Belitung serta undangan lainnya.  
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung