Jum'at, 30 April 2010 09:56

INDONESIA BUTUH BANYAK PELAUT

Jakarta -- Dalam lima tahun kedepan Dunia kekurangan sebanyak 84 ribu perwira pelaut, sementara di Indonesia kekurangan pelaut mencapai 18 ribu perwira pelaut.

Hal ini tentunya merupakan peluang bagi para pemuda yang bercita-cita menjadi pelaut, karena pemerintah bakal memperbanyak produksi pelaut Indonesia, bahkan waktu pendidikannya pun akan dikurangi.

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Boby Mamahit yang menyebutkan bahwa tahun ini pemerintah akan mengurangi masa pendidikan diploma pelayaran. “Bila sebelumnya pendidikan di akademi mencapai empat tahun, maka tahun ini akan jadi 2,5 tahun,” kata Boby dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, Tanggal 29 April 2010, seperti yang dilansir dari Bangka Pos edisi 30 April 2010.

Pengurangan waktu pendidikan ini dilakukan karena kebutuhan akan pelaut yang sangat besar. Indonesia membutuhkan ribuan pelaut dengan posisi nakhoda, petugas dek dan teknisi kapal tahun ini.

Selanjutnya disebutkan pula bahwa dalam lima tahun kedepan dunia kekurangan sebanyak 84 ribu perwira pelaut, sedangkan kekurangan Indonesia bisa mencapai 18 ribu perwira pelaut, ini sejalan dengan penambahan 3.000 unit kapal berbagai jenis.

Belum lagi ditambah dengan para anak buah kapal yang jumlahnya tentu jauh lebih besar lagi. Kebutuhan sangat besar tersebut tidak mungkin dipenuhi dalam waktu cepat bila pendidikan pelaut memakan waktu empat tahun. “Kebutuhan pelaut di Indonesia masuk kategori emergency,” ujarnya.
Sumber: Bangka Pos