Jum'at, 14 Mei 2010 10:09

MARAS TAUN WUJUD RASA SYUKUR TERHADAP SANG PENCIPTA

Membalong- Kemeriahan Maras Taun terlihat hampir di sepanjang jalan Desa Padang Kandis, Kamis, 13 Mei 2010. terlihat berbagai macam kesenian Daerah Belitung ditampilkan di acara ini diantaranya Kesenian Beripat Beregong, Kesenian Lesong Batang dan Kesenian Tari Selamat Datang yang menyambut kedatangan Gubernur Bangka Belitung H. Eko Maulana Ali beserta Rombongan.

Tidak hanya menampilkan kesenian daerah saja,dalam acara maras taun  juga terdapat belasan stand pameran yang menampilkan hasil kerajinan masyarakat Membalong disepanjang halaman Kantor Desa Padang Kandis.

Tokoh Masyarakat di Kecamatan Membalong, Oni Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara maras taun kali ini merupakan sejarah bagi Masyarakat Membalong, dimana dalam acara ini hadir Gubernur Babel dan Wakil Gubernur Babel serta pejabat-pejabat lainnya yang ada di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Oni juga menyampaikan Maras Taun ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur masyarakat terhadap Sang Pencipta. Karena rata-rata masyarakat Membalong bermatapencaharian di bidang Pertanian dan nelayan. 

Prosesi acara Maras Taun di Kecamatan Membalong Tahun 2010 ini dimulai dengan ritual pembacaan doa oleh Kik Dukun Tua Samim dan Kik Dukun Muda Bahni. Dalam prosesi pertama itu kik dukun menyiapkan uang sebagai pekeras, air, tepung tawar pinang dan sesajen yang berisi Daun Neruse, Daun Ati-ati, Berete dan emping padi.

Setelah pembacaan doa kik dukun pergi kesuatu tempat yang disediakan untuk kesalan yang dimaksudkan untuk membuang bentuk keburukan dan terhindar dari segala bentuk penyakit dan bencana.

Ritual selanjutnya adalah kik dukun menyucurkan air ke jalan raya sebagai tanda keselamatan dan kedamaian bagi masyarakat.

Sebagai acara puncak maras taun sebagai ciri khas panitia telah menyediakan Lepat raksasa yang pemotongan pertamanya diserahkan kepada Gubernur Babel dan Bupati Belitung.

Lepat ini berisi 7,5 Kg Beras yang kalau sudah berbentuk lepat beratnya mencapai 130 Kg. Terdapat dua lepat raksasa yang akan dipotong, yaitu lepat laki dan lepat bini serta 2500 anak lepat yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan acara Maras Taun.

Menurut  Zulkipli, proses pembuatan lepat memerlukan waktu 16 jam oleh 5 orang pembuat lepat. Sementara waktu yang diperlikan untuk mempersiapkan kegiatan ini selama 10 hari sepuluh malam.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung