Jum'at, 21 Mei 2010 09:46

PARIWISATA, SESUAIKAN BUDAYA SETEMPAT

Tanjungpandan—  Pulau Belitung sering kali di katakan Pulau Bali kedua. Siapapun yang pernah berkunjung ke Pulau Belitung pasti mengatakan pantai Belitung indah dan memiliki potensi besar di bidang pariwisata.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan Koran Harian Pagi Pos Belitung edisi Jum’at, 21 Mei 2010 menjelaskan bahwa Kepala Pengolahan dan Sistem Jaringan pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Wibowo berpendapat bahwa potensi yang dimiliki Kabupaten Belitung sangat besar. Tetapi tidak perlu serta merta terlalu cepat untuk menjadi Bali kedua. Melainkan lebih kepada mempunyai manfaat dan peran seperti Bali.

Menurut Wibowo, pengembangan pariwisata lebih baik disesuaikan dengan perkembangan budaya masyarakat. Karena jika dipaksakan terlalu cepat bisa kaget. “Nanti akhirnya masyarakatnya jadi meniru kan?” kata Wibowo.

Untuk itu, lanjut Wibowo kearifan-kearifan local harus dijaga agar mampu berkomunikasi setara dengan masyarakat pendatang yang bernama wisatawan.

Jadi pengembangan pariwisata tidak hanya berarti mengembangkan daerahnya, tetapi masyarakatnya, perjalanannya, pelayanannya, kemudahan, kebijakan pemerintah. Sehingga tidak ada namanya pariwisata bertentangan dengan apapun termasuk agama.

“Asal bisa menata pariwisatanya berdasarkan kaidah-kaidah yang ada dan kearifan-kearifan local yang dimiliki masyarakat. Kalau tidak, pasti bertentangan. Dan menahan diri untuk tidak cepat-cepat ingin dilihat. Betul-betul harus disesuaikan dengan karakterisik masyarakat itu sendiri” kata Wibowo.
Sumber: Pos Belitung