Senin, 7 Juli 2008 05:15

FGD langkah awal menyusun Rencana Jangka Panjang

Tanjungpandan (WP), Bertempat di Ruang Rapat Bappeda dan PM Kabupaten Belitung Bupati membuka FGD Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2008-2028 pada tanggal 7 Juli 2008. Sebelum kita membuat RPJP 20 tahun kedepan, kita harus tahu dimana posisi kita saat ini. RPJP ini bukan hanya perlu dipahami stakeholder tetapi juga mereka yang ingin mencalonkan diri menjadi Bupati/Wakil Bupati nanti karena visi misi yang disampaikan calon akan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah dan terkait dengan RPJP. Tahun 1975 kita mempunya frame pembangunan Panca Usaha Pokok, tahun 1952 masyarakat mengenal pertambangan. Tidak bisa dipungkiri sampai saat ini pun sektor pertambangan masih menjadi lokomotif pembangunan. Lokomotif tua ini tentunya harus diganti atau dialihkan ke sektor potensial baru. Kita perlu pahami kondisi masyarakat kita terutama nelayan. Untuk itu dalam merencanakan pembangunan kita harus memiliki basis perencanaan (data spasial) sebelum mengidentifikasi dan mengembangkan kapasitas yang kita miliki. Dua kata kunci yang harus ada dalam RPJP yakni pendidikan dan kedua kesehatan dan diantaranya ada aspek sosial dan tenaga kerja. Terkait dengan posisi geografis, Belitung tidak berada di jalur ALKI tetapi kita harus sadari jalur pelayaran Belitung jauh lebih ramai. Menurut penjaga mercusuar jalur pelayaran ini cukup ramai terutama dari hari Kamis hingga Minggu. Menyikapi argumentasi Bupati, Danlanud Tanjungpandan menjelaskan di wilayah utara (sungai Samak) dulunya pernah dibangun radar pemantau. Dengan ramainya jalur pelayaran di Kabupaten Belitung, tentu kehadiran Radar dimungkinkan dibangun kembali melengkapi Radar Pontianak dan Palembang yang ada saat ini. Baik Kabupaten Belitung maupun Belitung Timur perlu meningkatkan kerjasama terutama dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menekankan optimalisasi potensi daerah dan kerjasama lintas sektoral dan lintas spasial. Lebih lanjut, Bupati mengharapkan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak beranjak dari diskusi strategis ini. Ir.Marwan Saukani selaku Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa jenis perikanan kita memang beragam tetapi volumenya kecil. Pembangunan di sektor perikanan dan kelautan diupayakan diharapkan dapat mengimplementasikan kebijakan Etalase Kelautan di Kabupaten Belitung yang sudah dicanangkan sejak tahun 2004. “ Setidaknya ita telah menetapkan tiga komoditas unggulan (nilai, lele dan paten) dengan daya serapa pasar yang cukup tinggi. Selain itu sudah dibangun sarana pendukung berupa Balai Benih Ikan baik ikan laut maupun ikan air tawar ”, kata Marwan. Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Drs Suhardi berharap kegiatan ini dapat memberi penekanan terhadap 3 (tiga) hal strategis. Pertama, bagaimana daerah mengidentifikasi keuntungan lokal. Kedua, bagaimana infrasstruktur pelayanan masyarakat dapat ditingkatkan dan ketiga, bagaimana regulasi mendukung perencanaan dan proses pembangunan. Setidaknya ada tiga tema utama yang perlu kita masukkan. Konsultan mengakui Kabupaten Belitung merupakan kabupaten yang relatif awal melakukan penyusunan. FGD ini merupakan rangkaian dari penyusunan RPJP Kabupaten Belitung 2008-2028 atas kerjasama Bappeda dan PM Kabupaten Belitung dengan Institut Pertanian Bogor (fithrorozi). Sumber: