Senin, 28 Juni 2010 10:14

PERINGATAN HANI DI KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2010

Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung melalui Badan  Narkotika Kabupaten Belitung, pada Tanggal 26 Juni 2010 sekitar pukul 15.00 WIB menggelar acara Konvoi Sepeda Ontel dan Kendaraan Bermotor,  start  dan finish di Pantai Tanjungpendam yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Belitung Sahani Saleh, S.Sos. Konvoi kendaraan ini diikuti lebih kurang 2000 orang peserta yang meramaikan jalan-jalan utama di Kota Tanjungpandan. Kemeriahan konvoi kendaraan ini semakin kental dengan ikut sertanya beberapa sepeda antik dan unik berikut kostum warna-warna serta khas. Menjelang senja rombongan konvoi tiba kembali di Tanjungpendam.

Esok harinya, tepat Tanggal 27 Juni 2010 Pukul 06.00 WIB masih di tempat yang sama di Pantai Tanjungpendam, kembali digelar kegiatan jalan sehat yang dilepas secara langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Syamsudin Basari, S.Sos. M.Si., didampingi oleh Bupati  Belitung Ir.H.Darmansyah Husein beserta Wakil Bupati Belitung yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten Belitung Sahani saleh, S.Sos dan seluruh unsur muspida.

Peringatan Hari Anti Narkoba Kabupaten Belitung Tahun 2010 juga dimeriahkan dengan  lomba  poster dan lomba pantun bagi kalangan pelajar. Bagi para peserta usai pelaksanaan konvoi kendaraan dan jalan sehat dibagikan door prize oleh panitia penyelenggara.

Masalah penyalahgunaan narkoba kini telah mengkuatirkan kita semua. Apalagi jumlah korban atau penderita yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, bahkan tak jarang berujung pada kematian, khususnya di kalangan generasi muda. Narkoba telah menyesatkan bangsa dan menempatkan martabat bangsa di titik marjinal. Oleh karena itu, bersama-sama kita harus berjuang serta melakukan kontrol yang ketat terhadap diri sendiri dan setiap anggota keluarga agar tidak terpengaruh dan terancam oleh bahaya Narkoba yang setiap saat mengintai serta mengincar para generasi muda yang rentan jiwanya.

    Penyalahgunaan narkoba dapat kita cegah. Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan narkoba. Diantaranya adalah faktor individu yang pada awalnya hanya sekedar mencoba-coba atau ingin tahu. Setelah mencoba seseorang mengalami ketagihan yang akhirnya mengalami kecanduan, lalu meningkat menjadi ketergantungan dengan narkoba sehingga memunculkan banyak masalah, baik masalah distorsi sosial maupun kriminalitas.

    WHO mencatat dalam satu dekade terakhir penyalahgunaan narkoba meningkat tajam. Bahkan diperkirakan jumlah penderita penyalahgunaan narkoba yang tidak dirawat sepuluh kali lebih besar ketimbang penderita yang dirawat. Narkoba semakin ganas serta mampu menembus berbagai ruang, kelompok usia, status sosial serta wilayah manapun. Siapapun berpeluang untuk menyalahgunakan narkoba ini, jika tidak mampu membentengi diri dengan bekal moral spiritual yang benar sesuai yang disyariatkan agama. Tidak sedikit kalangan awam hingga terpelajar yang masuk ke dalam jurang penyalahgunaan Narkoba. Karena itu, dengan tegas “Say No To Drug” (Katakan tidak untuk Narkoba).

    Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terjerembab dalam lubang narkoba ini. Salah satunya karena banyaknya waktu luang dan kurangnya kontrol sosial dari kita semua, baik sebagai orang tua, masyarakat, pemerintah dan kelompok peduli. Padahal sejatinya, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1997 pasal 57 tentang Narkotika disebutkan bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu upaya pencegahan dan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.

    Karena itu, melalui momentum yang baik ini, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan kejanggalan dan indikasi mencurigakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Belitung. Jangan pandang bulu terhadap siapapun yang menggunakan dan mengedarkan narkoba. Laporkan segera, tidak peduli siapapun pelakunya, baik pejabat, anak pejabat, artis, pelajar, guru, PNS dan sebagainya.
    Selanjutnya, mari kita bersama-sama perangi narkoba, selamatkan generasi Belitung dari ancaman bahaya Narkoba karena kita sepakat bahwa Belitung adalah Negeri Laskar Pelangi, tempat dan gudangnya orang-orang cerdas, berprestasi dan mandiri penuh cita-cita serta mimpi. Semoga Allah SWT memberkati kita semua. Amin. Jayalah Belitong, dan jangan lupa “Say No to Drug”.



Sumber: Humas Setda Kab. Belitung