Selasa, 8 Juli 2008 05:30

Tim Pengawas Sidak Distributor Bahan Bangunan

Tanjungpandan (WP), Beberapa waktu yang lalu sejumlah angkutan pelabuhan melakukan mogok yang dipicu oleh masalah distribusi BBM (Solar) yang tidak merata. Kejadian ini segera berdampak pada keterlambatan pendistribusian sejumlah barang di berbagai wilayah. Lepas dari gangguan angkutan distribusi barang, kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah barang mulai dirasakan masyarakat setelah diberlakukan kenaikan harga BBM beberapa bulan yang lalu. \"Harga semen sempat mencapai level Rp. 65 ribu/sak sementara untuk mendapatkannya pun agak sulit\", kata Nurul warga yang sedang membangun rumah. Untuk persiapan membangun pondasi sudah seminggu yang lalu dia memesan 160 sak semen di toko Pandan Jaya. Warga lain sempat memberli semen merk tiga roda dengan harga Rp.75 ribu /sak. Seperti yang yang diberitakan media lokal Belitung Pos, pada tanggal 8 juni 2008 sejumlah bahan bangunan lain seperti seng di Toko Cahaya Baru dijual dengan harga Rp. 47 ribu/keping, triplek dijual Rp.45.000 per lembar. Di Toko Pandan Jaya stok semen semen kosong. Semen Holcim dijual dengan kisaran harga Rp. 60 ribu hingga Rp. 65 ribu per sak. Sementara di Toko Api Alam memiliki persediaan 500 tabung isi 12 kilogram. Elpiji berukuran 12 kg dijual dengan harga Rp.120 ribu. Setiap bulannya sejumlah toko mendapat tiga kali pasokan gas elpiji dimana rata-rata pasokan 200 tabung ukuran 12 kilogram. Atas keluhan yang dirasakan masyarakat terutama dalam pendistribusian sejumlah barang-barnag strategis seperti semen, elpiji dan bahan bangunan lainnya, Tim Pengawas Barang dan Jasa Kabupaten Belitung segera melakukan sidak di lapangan yang dipimpin ketua Tim yang juga menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Belitung H.MZ Hendra Caya, SE, MSi. Turut serta dalam inspeksi mendadak kali ini Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Belitung Mustafa S.Sos dan staf Dinas Perindagkop. Tim Pengawas ini melakukan pengecekan semen ke agen bahan bangunan seperti UD Kencana, Toko Cahaya Baru, Mawar Jaya dan Pandan Jaya. Sementara setiap minggunya Dinas Perindagkop Kabupaten Belitung menginformasikan harga dan posisi stok rata-rata barang kebutuhan pokok masyarakat melalui Radio Swara Praja Pemkab Belitung. Beras yang dipantau meliputi jenis beras eks dolog, cap permata, cap kuda garut putih, cap kapal dan ramos. Selain kebutuhan polok lain seperti gula pasir, minyak goreng, mentega, daging sapi, daging ayam, telur ayam, susu, jagung giling, minyak tanah, garam beryodium, kedelai, bawang, cabe dan tepung terigu (fithrorozi). Sumber: