Senin, 12 Juli 2010 09:21

KEKAYAAN ALAM BABEL TERANCAM PUNAH

Pangkalpinang --- Kehidupan ekosistem laut Kepulauan Bangka Belitung terancam punah diakibatkan aktivitas penambangan yang menggunakan kapal isap maupun TI masyarakat. Kurang lebih terdapat 37 lokasi terumbu karang yang dikhawatirkan rusak semua, sementara terumbu karang yang masih hidup hanya tinggal sekitar 50% berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan Tim Eksploitasi Timah Universitas Bangka Belitung (UBB) Pangkalpinang.

Indra Ambalika Syari, Ketua Tim Eksploitasi Timah UBB yang juga merupakan Dosen S1 mengatakan dalam Harian Pagi Rakyat Pos Edisi 9 Juli 2010, kondisi terumbu karang yang agak bagus biasanya jauh dari daratan. Untuk Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di kawasan Gelasa Bangka Tengah, Bebuar di Bangka Selatan yang terumbu karangnya  masih bagus. Tetapi karena pengawasannnya terlalu minim sehingga masyarakat nelayan melakukan eksploitasi kekayaan bioti laut dengan cara merusak, diantaranya menangkap ikan menggunakan bom ikan.

”Kami mengharapkan pemerintah untuk peduli dengan membuat aturan Perda. Kalau ada aturan pemerintah daerah, misalnya siapapun yang akan melakukan penambangan timah dengan persyaratan mereka memberikan uang jaminan kepada pemerintah daerah,” ujar Indra.

Menurut Indra, Kepulauan Bangka Belitung sebenarnya berpotensi sebagai wilayah kawasan kunjungan wisata seperti di Bali dan Taman Nasional Laut Bunaken, Sulawesi Utara (Manado), yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu kita harus membuat Kepulauan Bangka Belitung menjadi tempat wisata bahari yang indah, nyaman dan bersih. Salah satu cara, dengan menjaga kelestarian alam yang ada di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk keindahan pantai, laut, dan tetap menjaga isi yang ada di dalam kandungannya, diantaranya terumbu karang. Dengan terjaganya lingkungan, maka para wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung dapat menikmati keindahan Pulau Bangka Belitung yang sesungguhnya, ”papar Indra. (Mitha)
Sumber: Rakyat Pos