Senin, 19 Juli 2010 11:52

VOLI UNGGUL 3-1, CATUR TAMBAH 2 PERAK

TOBOALI — Menjelang pembukaan Pekan Olah Raga Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Porprov Babel) III, Bangka Selatan cenderung menjadi tuan rumah yang kurang terpuji. Supporter tuan rumah nyaris baku hantam dengan wasit, panitia terkesan membiarkan para BSM (Bangka Selatan Mania) berulah.

Ini terjadi di lapangan voli di outdoor Stadion Sport Center Toboali, Sabtu (17/7) siang, ketika tim voli putri Kabupaten Belitung, pada pertandingan babak pertama bolavoli dengan tim voli putri tuan rumah, dengan penuh percaya diri mengumpulkan poin dan membuat Bangka Selatan keteter di kandang sendiri.

Suasana semakin memanas pada pertandingan babak ketiga, setelah Kabupaten Belitung unggul 2-0 atas Bangka Selatan. Para BSM merangsek masuk lapangan dan menantang-nantang supporter Kabupaten Belitung, panitia terkesan membiarkan mereka berulah dan merusak nama baik Bangka Selatan sebagai tuan rumah Porprov Babel III.

Inilah yang membuat tim putri Kabupaten Belitung kehilangan konsentrasi dan stabilitas. Mereka ketinggalan poin hingga 4-20 dan harus merelakan babak ketiga jatuh ke tangan Bangka Selatan. Sementara supporter Kabupaten Belitung, yang memberikan support dalam batas-batas kewajaran, terpaksa menjauh ke belakang lapangan.

Namun pada babak terakhir, tim voli putri Kabupaten Belitung kembali menguasai lapangan. Para BSM resah dan supporter Kabupaten Belitung berteriak jenaka, “Kami di belakang!” Akhirnya Belitung unggul 3-1 atas Bangka Selatan.

Catatan Buruk
Ulah para sopporter pada pertandingan perdana cabang bolavoli itu menambah catatan buruk Bangka Selatan sebagai tuan rumah Porprov Babel III. Khusus bagi Kabupaten Belitung, catatan buruk itu dimulai ketika kontingen tiba di Pelabuhan Sadai, Kamis (15/7).

Semula, kontingen Kabupaten Belitung akan membawa bus sendiri ke Toboali. Namun, dengan alasan ruas jalan Toboali sempit, Kabupaten Belitung tidak diizinkan membawa bus dan panitia sepakat menyediakan bus sesuai dengan kebutuhan kontingen Kabupaten Belitung.

Nyatanya, bus yang ada tidak sesuai dengan kesepakatan. Setelah sebagian kontingen berangkat ke Tobolai dengan dua bis bersama kontingen Belitung Timur, yang lain terlantar di Pelabuhan Sadai hampir dua jam. Atlet sepak takraw sempat berjalan kaki keluar pelabuhan, karena tak tahan lagi menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

Repotnya, seksi transportasi Panitia Porprov tak punya kewenangan untuk mengambil keputusan. Menurut keterangan salah seorang personil seksi transportasi yang diutus menangani penjemputan di Pelabuhan Sadai, segala sesuatu diputuskan oleh Ketua KONI Bangka Selatan selaku Ketua Panitia Porprov III. Termasuk keputusan menyelamatkan muka Bangka Selatan selaku tuan rumah, ketika mereka sendiri tak mampu memenuhi janji yang telah disepakati.

Perkara kendaraan juga sempat membuat Dharma Bakti, S.Sos, personil Seksi Transportasi dan Perlengkapan Pantia Kontingen Kabupaten Belitung, berang dan mendatangi Sekretariat Panitia Porprov III mencari personil panitia yang bernama Yusuf, Sabtu (17/7). Soalnya, sopir bus yang disediakan Panitia Porprov menolak membawa rombongan voli Kabupaten Belitung ke Stadion Sport Center sebelum ada persetujuan Yusuf dimaksud.

“Ini kan tidak fair. Kita mau berangkat bertanding, kendaraan dipersulit harus minta persetujuan orang sana-sini. Kalau tidak mau bantu bilang terus terang, kita bisa cari kendaraan sendiri. Jangan kesannya mau sabotase,” ujar Dharma Bakti kesal.

Tanah Palit
Selain runyamnya pelayanan kontingen dan repotnya mentalitas supporter, ketidaksiapan Bangka Selatan menjadi tuan rumah Porprov Babel III juga tercermin dari simpang siurnya informasi pelaksanaan pembukaan Porprov serta ribetnya kondisi infrastruktur pendukung.

Semula pembukaan dijadwalkan Sabtu (17/7) malam di Stadion Sport Center. Sabtu siang panitia menginformasikan pembukaan akan dilaksanakan pukul 16.00 WIB. Informasi hanya lisan dan via telpon, tidak ada undangan resmi. Termasuk untuk Bupati Belitung yang akan menyerahkan Piala Bergilir Porprov kepada Gubernur Babel untuk diserahkan kembali kepada panitia.

Tiba di Stadion Sport Center, ada pula informasi bahwa pembukaan Porprov akan dilaksanakan pukul 19.00 WIB. Kontingen dihadapkan pada dua pilihan sulit, antara balik ke penginapan dengan resiko kembali nanti malam, atau bertahan di stadion dengan resiko tidak mandi dan tidak makan.

Persoalan tidak terlalu runyam seandainya Stadion Sport Center Toboali, yang konon termegah di Babel bahkan di Sumatera Bagian Selatan, sudah selesai dibangun dan menjadi tempat perhelatan olah raga yang nyaman. Faktanya, hingga Porprov dibuka Gubernur Babel Ir H Eko Maulana Ali, M.Sc, kondisi Stadion Sport Center masih teramat runyam.

Tribun tempat Gubernur membacakan sambutan setelah menerima penyerahan Piala Bergilir dari Wakil Bupati Belitung Sahani Saleh, S.Sos, misalnya, masih ditopang kayu penyangga cetakan coran beton. Sementara itu, jalan lingkar stadion, yang baru ditimbun tanah merah dan sering diguyur hujan hari-hari menjelang pembukaan Porprov, becek dan berlumpur seperti kubangan kerbau. Masyarakat setempat menyebutnya “tanah palit”.

Inilah jawaban mengapa hanya kontingen Bangka Selatan yang ramai menghadiri pembukaan Porprov. Kontingen daerah lain hanya hadir belasan orang, itupun kebanyakan pelatih, official, dan panitia kontingen. Soalnya, esok harinya sebagian besar atlet sudah harus bertanding dan mereka harus istirahat.

Alhasil, atraksi kembang api ala Grand Launching Visit Babel Archipelago 2010 yang menyertai pembukaan selubung baliho Porprov, serta atraksi Marching Band Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tak mampu menutupi ketidaksiapan Bangka Selatan menjadi tuan rumah Porprov.

Tambahan Medali
Sementara itu, pada cabang catur yang telah berlangsung sejak Rabu (14/7), kontingen Kabupaten Belitung mendapat tambahan 2 medali perak. Kali ini dari cabang catur kilat putra beregu dan perorangan, yang berlangsung Jumat (16/7) malam dan Sabtu (17/7) di Islamic Center Toboali.

Dengan demikian, hingga Sabtu sore, dari cabang catur Kabupaten Belitung sudah mengumpulkan 3 medali perak dan 1 medali perunggu. Sebelumnya, pada nomor catur cepat putra beregu dan perorangan, Kabupaten Belitung sudah mengumpulkan 1 medali perak dan 1 medali perunggu.

Untuk cabang yang lain belum ada perolehan medali karena baru dimulai Minggu (18/7) dan harus berlangsung beberapa putaran. Namun, cabang bridge yang berlagsung di Hotel Grand Marina Toboali, dapat dipastikan akan menyumbang medali emas pertama untuk Kabupaten Belitung. Sedangkan tenis meja, Belitung sudah juara full. Selain bridge dan tenis meja, juga berlangsung pertandingan tenis lapangan putri di Lapangan Tenis Out Door Kantor Bupati Bangka Selatan. Regu putri Kabupaten Belitung berhadapan dengan regu putri Bangka Selatan dan menderita kekalahan 0-2.

Sedangkan di Gedung Serba Guna, regu bulu tangkis putri Kabupaten Belitung unggul 2-1 atas regu bulu tangkis Bangka Barat. Bila pada pertandingan besok, Senin (19/7), unggul atas regu putri Bangka Selatan, regu putri Kabupaten Belitung dipastikan masuk semifinal. (syafei)
Sumber: Seksi Humas Kontingen Porprov III Kabupaten Belitung