Kamis, 22 Juli 2010 04:16

Kementerian Agama Kabupaten Belitung gelar Manasik Haji untuk Calon Jamaah Haji Tahun 1431 H/ 2010 M

Tanjungpandan— Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Kementerian Agama Kabupaten Belitung mengadakan pelatihan menyelenggarakan Bimbingan/Pelatihan Manasik Haji Massal Bagi Jamaah Calon Haji Kabupaten Belitung Tahun 1431 H/ 2010 M pada Selasa, 20 Juli 2010 di Gedung Nasional Tanjungpandan.

Melalui tema “Dengan Pelatihan Bimbingan Manasik Haji Tahun 1431 H/ 2010 M  Kita Wujudkan Jemaah Haji yang Mandiri Menuju Haji Mabrur”, pelatihan ini diselenggarakan selama 2 hari, dari tanggal 20 Juli sampai dengan 21 Juli 2010 dengan jumlah peserta sebanyak 87 orang terdiri dari 42 orang pria dan 45 orang wanita.

Para Calon Jemaah Haji berasal dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Belitung yaitu Dari Kecamatan Tanjungpandan sebanyak 48 orang, Kecamatan Selat Nasik sebanyak 26 orang, Kecamatan Sijuk sebanyak 8 orang, dan Kecamatan Badau sebanyak 5 orang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung selaku Kepala Staf Urusan Haji, Drs. H. Imam Safei dalam laporannya melaporkan tujuan diselenggarakannya manasik haji ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji serta meningkatkan kualitas jemaah haji, sehingga dapat melaksanakan haji dengan baik dan benar.

Imam Safei dalam laporannya juga menyebutkan bahwa materi yang disampaikan terdiri dari 3 kelompok dengan 13 Materi, yaitu Kelompok dasar meliputi Kebijaksanaan Pemerintah tentang Penyelengaraan Urusan Haji, Kebijakan Pemerintah Tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji, Keselamatan Penerbangan dan Kegiatan dalam Pesawat serta Petunjuk Perjalanan Haji, Hak dan Kewajiban Jamaah, Kelompok Inti meliputi materi ilmu manasik, tata cara pelaksanaan ibadah dalam syafar, peragaan manasik haji/praktek tauhid dan akhlak, fiqh haji serta larangan-larangan dalam Ihrom Haji/Umroh (masalah dam) dan terakhir Kelompok Inti meliputi materi pengenalan medan/adat istiadat dan pelaksanaan ziarah di tanah suci, mekanisme kerja karu, karom, kloter dan pemutan film manasik haji.

Sementara itu Bupati Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein dalam sambutannya menyampaikan perjalanan ibadah haji merupakan perjalanan suci yang sangat memerlukan kesiapan fisik, mental, informasi dan pengetahuan tentang setiap proses pelaksanaan ibadahnya. Untuk itu sudah seharusnya perjalanan haji ini dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga pelaksananaannya nanti dapat berjalan optimal dan khusu’.

Selanjutnya, Bupati menjelaskan pentingnya masanik haji adalah sebagai media untuk kembali belajar agar lebih jelas. Caranya adalah dengan bertanya dan memfasihkan setiap bacaan pada setiap kegiatan prosesi rukun haji.

Turut hadir Unsur Muspida, Kepala Dinas/ Bagian dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, serta undangan lainnya.(iie)






Sumber: Kementrian Agama Kabupaten Belitung