Kamis, 22 Juli 2010 09:21

LAUNCHING PULAU KEPAYANG DAN TEMU NASIONAL MITRA GEF SGP

Tanjungpandan, Launching Pulau Kepayang sebagai Pulau Konservasi Penyu, Terumbu Karang dan Eco-Tourism sekaligus Temu Nasional Mitra Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF-SGP) Indonesia yang diadakan oleh Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB) bekerjasama dengan Yayasan Cindelaras Yogyakarta di Pulau Kepayang, Kabupaten Belitung resmi dibuka oleh Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Helman, SH pada hari Kamis (22/7).

Dalam sambutannya, Helman mengatakan menyambut baik dan memberikan apresiasi positif kepada seluruh panitia penyelenggara dan juga kepada seluruh peserta temu wicara yang berkesempatan hadir semoga dapat memberikan inspirasi dan melahirkan pemikiran kreatif bagi kita semua.

“Selama 100 tahun terakhir, rata-rata suhu bumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celcius, dan diperkirakan akan kembali meningkat menjadi 1,4 sampai 5,8 derajat Celcius pada Tahun 2050,” ungkap Helman. Kenaikan suhu ini, akan mengakibatkan mencairnya es di kutub, menaikkan suhu lautan hingga volume dan muka air laut terus meningkat.

“Pemanasan global merupakan isu yang harus kita tuntaskan bersama dan tidak bisa dilakukan dengan setengah hati maka, pemerintah beserta seluruh masyarakat perlu mendukung inisiatif lembaga swadaya masyarakat, kelompok perempuan, lembaga masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengatasi tantangan lingkungan melalui upaya konservasi keragaman hayati,”papar Helman.

Budi Setiawan selaku ketua KPLB menyebutkan acara ini merupakan kegiatan sharing bersama mengenai ilmu tentang konservasi yang nantinya dapat dilakukan di daerah kita masing-masing. “Pulau Kepayang merupakan pulau yang memiliki daya tarik, ada penyu, dan karang kenapa tidak diolah, mengolah kan tidak mahal hanya memunculkan ide sebagai konsep yang mahal, dengan adanya ini meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Budi.

Pulau Kepayang ini memiliki luas 14Ha dimana 2Ha akan dikelola oleh KPLB untuk menambah fasilitas yang sudah tersedia mulai dari kamar, cottage, toilet dan aula yang rencanaya akan menambah fasilitas Taman Bacaan dan Kolam Penyu, sisanya akan diserahkan ke Pemerintah Daerah untuk diproses lebih lanjut. Orang yang berkunjung ke pantai ini tidak hanya berwisata tetapi sambil investasi, mulai dari melepas penyu, menanam pohon, membuat media tanam karang hingga menanam karang sesuai warna yang disukai.

Acara ini dihadiri oleh Sesmen LH, Arief Yuwono, Direktur Yayasan Cindelaras Indonesia Francis Wahono, Program Manager Yayasan Kehati Basuki, Direktur Asia Karbon Indonesia Susi Simorangkir, Konsultan Asia Eco Trading and Eco Tourism Steve Tian, Coordinator GEF Indonesia Catharina Dwi Hastarini serta Provinsi Batam, Lampung, Sumatera Utara, Pulau Benan, Pulau Bintan, Bengkalis, Brebes, Ciamis, Surabaya, Jogja, Bali dan Mitra Bantala.

Helman berharap agar kegiatan-kegiatan yang berfokus pada pelestarian lingkungan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan agar terbentuk kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya menjaga serta melestarikan lingkungan. (Mitha)

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung