Rabu, 28 Juli 2010 12:05

Gasing Dan Barongsai Meriahkan Festival Serumpun Sebalai 2010

Pangkalpinang--Pada kesempatan kali ini kembali permainan gasing ikut memeriahkan Festival Serumpun Sebalai yang digelar di Tamansari, Pangkalpinang,pada Minggu (25/7). Tercatat sebanyak 34 peserta dari sejumlah daerah provinsi di Sumatera termasuk dari pulau Jawa di antaranya DKI Jakarta, dan Banten saling beradu keahlian dalam memutar mainan yang terbuat dari kayu ini.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Babel Yan Megawandi kepada Bangka Pos Group seperti yang dilansir dari Bangka Pos edisi Tanggal 26 Juli 2010 wib pada pembukaan Festival Gasing dan Barongsai. Ini merupakan festival tahun yang keenam. Awalnya ajang kompetisi ini merupakan ajang seni tari se-Babel, tapi seiring kemajuan zaman, di tahun ini gasing dan barongsai ditambahkan untuk mengisi kemeriahan festival.

Penambahan festival gasing dan barongsai dalam Festival Serumpun Sebalai yang bertajuk Kemilau Sumatera ini sebagai pilihan tontonan lain agar peserta dan pengunjung tidak jenuh. “Festival ini juga guna memperluas hubungan kerja antara pemerintah provinsi sehingga ada sinergi antar daerah,” ujarnya.

Gasing merupakan aset budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan karena mengandung nilai sejarah, olahraga dan seni. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Babel senantiasa berusaha melindungi dan meningkatkan citra seni warisan budaya nenek moyang dalam bentuk pelestarian budaya dan seni permainan gasing. Salah satunya dengan menggelar Festival Gasing Nusantara 2010. Festival permainan gasing tidak hanya dianggap semata-mata hanya sebagai wadah festival belaka, namun sebagai ajang untuk melestarikan dan mengembangkan permainan satu ini.

 

“Tunjukkan prestasi dan tampillah sebaik-baiknya. Tanamkan rasa persaudaraan dan persahabatan yang sehat. Kedepan, festival gasing tidak hanya diadakan tingkat Nusantara saja, namun ke tingkat internasional. Dan Bangka Belitung diharapkan dapat menjadi ikon permainan gasing internasional,” tambah Yan.
 
Gasing bukan lagi sebatas permainan tradisional. Permainan khas orang Melayu ini telah mendunia. Terbukti, permainan gasing kerap mengisi acara festival Dunia Melayu Dunia Islam yang melibatkan banyak negara Islam di tanah Melayu.

Agus MD selaku Ketua panitia lomba gasing, sekaligus Ketua Badan Pendiri dan Keilmuan Persatuan Gasing Seluruh Indonesia (Pergasi) Babel mengutarakan bahwa lomba gasing pada festival ini terdiri dari grup putra dan putri. Untuk grup putri terdiri dari 10 orang pemain, sedangkan kelompok putra 12 orang.

Adapun keriteria yang diperlombakan yaitu kelompok standar, bebas dan ulir. Ketentuan berat gasing pada perlombaan kelompok standar 400 gram dengan satu jenis gasing yaitu gasing jantung. Sedangkan untuk kelompok bebas beratnya maksimal 650 gram dan dapat menggunakan bermacam jenis gasing.

Festival gasing ini selain memperebutkan trophy dan piagam dari Pemerintah Provinsi Babel, juga disediakan bonus dan uang pembinaan bagi para pemenang.

Sementara di Taman Merdeka Pangkalpinang, sejumlah barongsari dari daerah peserta turut mengisi Festival Serumpun Sebalai 2010, termasuk kegiatan pameran potensi daerah.

Selain itu momen ini juga dimeriahkan Festival Barongsai yang diikuti sebanyak 23 peserta dari sejumlah daerah termasuk tuan rumah, Babel. Lomba festival barongsai terdiri dari dua kategori yakni, lantai dan semi lantai. “Satu daerah dapat menurunkan lebih dari satu kali, karena ada dua kategori yang dilombakan,” ujar Ari, panitia lomba barongsai.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung