Kamis, 5 Agustus 2010 11:56

BINTEK KUBE RESMI DIBUKA OLEH WAGUB

Tanjungpandan - - - Bimbingan Teknis Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Fakir Miskin yang diselenggarakan Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, H. Syamsuddin Basari, S.Sos, M.Si, Kamis, 29 Juli 2010 bertempat di Gedung nasional Tanjungpandan.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku ketua penyelenggara kegiatan, Drs.H. Sahirman dalam laporannya menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 140 orang meliputi 120 orang dari KUBE terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara, 10 orang pendamping dari provinsi, Kabupaten, TKSK Kecamatan dan PSM Desa/Kelurahan serta tokoh masyarakat dan dunia usaha.

Selanjutnya, Sahirman juga menjelaskan maksud kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, kesepakatan dan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya kepada kelompok-kelompok usaha bersama yang akan melaksanakan aktivitasnya dalam bentuk kelompok sehingga kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementrian Sosial RI.

“Tujuan diselenggarakannya bintek kali ini ada 3 yaitu tercipta dan terselenggaranya keterpaduan program Pemberdayaan Fakir yang didasarkan pada pembentukan wadah kedalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di wilayah Kabupaten / Kota yang menjadi fokus kegiatan, termotivasinya masyarakat yang tergabung dalam KUBE dalam melaksanakan aktivitas kelompoknya sehingga berdampak pada peningkatan sosial-ekonomi mereka dan tercapainya jumlah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang KUBE,” tambah Sahirman.

Harapan kami dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang KUBE melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM) khususnya bagi pengurus dan pendamping KUBE sehingga dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan, jelasnya.

Sahani Saleh, S.Sos dalam sambutannya mengatakan kegiatan KUBE perlu kita ketahui, perlu kita pahami karena ini merupakan pendidikan, pengajaran dan memberitahu kepada kita yang awalnya kita tidak tahu menjadi tahu dengan adanya kegiatan ini. “Hal yang paling mendasar bagaimana persoalan perubahan sikap mental kita, bukan kita tidak ada potensi tetapi ketidaktahuan kita yang menyebabkan kita tidak tahu, di sini kita diajari untuk berupaya mampu dalam produktivitas maupun perdagangan,” kata Sahani.

Sementara Wagub H. Syamsuddin Basari, S.Sos, M.Si pada pembukaan KUBE mengatakan dalam UUD 1945 pasal 33 dan 34 menjelaskan tentang tanggungjawab pemerintah terhadap fakir miskin, memperhatikan amanat UUD di atas bukan bearti bahwa masalah kemiskinan sepenuhnya tanggungjawab pemerintah, akan tetapi pemerintah hanya sebagai fasilitator, selanjutnya masyarakatlah yang paling dominan dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

“Kemiskinan merupakan masalah pembangunan kesejahteraan sosial yang berkaitan dengan berbagai bidang pembangunan lainnya yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, keterpencilan, kecacatan, ketunasosialan dan ketidakberdayaan, oleh karena itu penanganan kemiskinan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial,” ujar Syamsuddin.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kesejahteraan Sosial meluncurkan beberapa program penanggulangan kemiskinan diantaranya melalui Beras Miskin Gratis (RASKINTIS), Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH), Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK), Jaminan Sosial dan lain sebagainya.

Beliau berharap kepada para peserta yang mengikuti KUBE dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan mengurangi angka kemiskinan secara bertahap akan dapat terpenuhi.(Mitha)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung