Rabu, 18 Agustus 2010 08:35

32 ANGGOTA PASKIBRAKA SELESAI DI GEMBLENG

Tanjungpandan --- Sikap tegap campur bahagia tergambar jelas pada wajah ke 32 anggota paskibraka (16 Putra dan 16 Putri) yang telah selesai digembleng semenjak tanggal 29 Juli 2010 sampai tanggal 18 Agustus 2010 di Sanggar Kegiatan Belajar, Tanjungpandan.

Acara penutupan Diklat Paskibraka ini resmi ditutup oleh Bupati Belitung yang diwakilkan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga Mirang Uganda, SH. Dalam sambutannya yang dibacakan Uganda, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para pelajar/anggota Paskibraka Kabupaten Belitung Tahun 2010 atas pencapaian prestasinya. ”saya cukup terkesan dan puas atas pencapaian prestasi yang baik pada saat puncak Peringatan Detik-detik Proklamasi ke-65 atau pada saat proses penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih,” ungkap Darmansyah.

Darmansyah berharap ”lepas dari penggemblengan ini atau sekembalinya adik-adik pelajar/anggota Paskibraka ke lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah masing-masing, diharapkan agar dapat menunjukan perilaku yang baik sehingga dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Saya tidak ingin mendengar atau mengetahui apalagi menyaksikan ada alumni Paskibraka Belitung tahun 2010 ini yang terlibat tindakan kriminal atau larut dalam perilaku menyimpang, seperti penyalahgunaan Narkotika, pergaulan bebas dan sebagainya.”

Selain pendidikan olah fisik dan PBB, anggota Paskibraka ini juga digembleng dengan pendidikan mental spiritual. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan rasa kesadaran nasional untuk mensyukuri kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Memupuk semangat kebangsaan, kecintaan serta turut memiliki bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kalangan generasi Muda, Mewujudkan kader-kader patriot bangsa dan Negara yang berpancasila, Mengembangkan sikap disiplin, moral dan etika generasi muda Indonesia kearah yang lebih baik.

Dalam penyampaian kesan dan pesannya, Bripka Sugiharto selaku perwakilan dari para pelatih mengatakan bahwa selama mendidik anggota Paskibraka banyak hal yang harus diperbaiki oleh anggota Paskibraka. Karena sebelumnya ada beberapa anggota yang malas, cengeng dan kurang daya ingat. Namun semua itu merupakan masa lalu, karena setelah penggemblengan diyakinkan bahwa malas, cengeng itu tidak ada lagi. Sugiharto berharap apa yang dilakukan oleh adik-adik di asrama dapat diterapkan pula di luar asrama terutama Shalat. Dan untuk menggapai kesuksesan tidak akan terjadi secara spontan tetapi butuh proses layaknya proses adik-adik dilatih dan di gembleng selama 1 bulan yang akhirnya sukses pada saat pengibaran Bendera Merah Putih.

Salah satu anggota Paskibraka, Denny Haryono mendapatkan kesempatan untuk membacakan kesan dan pesannya dihadapan seluruh peserta juga didepan para undangan yang hadir. ”Kesan selama mengikuti diklat Paskibraka di Desa Bahagia, kami lebih mengerti bagaimana caranya menghargai suatu barang, tahu bagaimana artinya pertemanan, dapat menghargai waktu dan kami bisa disiplin. Semua ini tidak lepas dari senior-senior dan pembina asrama. Selain itu kami juga merasa lebih bersemangat dan mengerti PBB lebih baik lagi,” papar Denny. Dalam pesannya, Denny juga menyebutkan bahwa untuk para pelatih dan senior jangan pernah letih untuk mengajari, membina anak-anak Paskibraka karena di tangan kalianlah terlahir mental-mental dan jiwa pemberani.

Selain Denny, salah satu anggota Paskibaraka yang berasal dari SMAN 1 Tanjungpandan Fatmajayanti mengatakan ”kesan selama di asrama adalah banyaknya hal baru yang didapatkan, bisa lebih mandiri, disiplin, menghargai waktu, mengerti kebersamaan, mempunyai sikap yang dewasa. Fatma berpesan, untuk para pelatih dan pambina tetap menjadi pelatih dan pembina yang terbaik untuk juniornya dan mengerti juniornya.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung