Senin, 23 Agustus 2010 01:46

“Ramadhan Penuh Kasih” Bupati Belitung Santuni Warga Kurang Mampu

Tanjungpandan—Kedatangan Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein mengunjungi kediaman keluarga pak Muhammad yang terletak di Dusun Kelapa Kerak, Desa Air Merbau disambut hangat anggota keluarga yang mendiami dua bangunan rumah sederhana, bahkan terbilang kurang layak dengan bentuk bangunan dan fasilitas seadanya, Jum’at pagi, 20 Agustus 2010.

Kehidupan keluarga Muhammad yang terbilang cukup memprihatinkan menggelitik rasa iba pak Bupati dan segenap Jajaran di Pemkab Belitung yang pada kesempatan ini ikut serta mendampingi Bupati untuk meninjau langsung ke rumah dimaksud, diantaranya Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumardi, S.Pd, Kasubbag Bagian Kesejahteraan Rakyat Drs.Fari, Kasubbag Pers dan Peliputan Bagian Humas serta insan pers.

"Kondisi seperti ini kok bisa luput dari pendataan saat ada bantuan, baik itu bantuan raskin, JKB dan  rumah layak huni," kata Bupati saat melihat secara langsung kondisi rumah tempat tinggal Muhammad dan keluarganya.
Di rumah tidak layak huni berdinding terpal biru dan seng bekas serta dapur dan ruang makan beralaskan tanah inilah Muhammad dan istrinya tinggal, sedangkan anak Muhammad, Mak Dayang, wanita berusia 34 tahun dengan empat anak tinggal disebelah rumahnya.

Karena ukuran kedua rumah tersebut yang tidak begitu besar, apalagi menampung sebanyak empat orang anaknya, di dalam rumah sederhana inilah mak Dayang memasak. Panci, alat-alat makan dan baju menyatu menjadi satu. "Ya beginilah kehidupan kami sehari-hari," kata Mak Dayang kepada Bupati dengan wajah tertunduk lesu.

Mak dayang merupakan anak pak Muhammad yang memiliki empat orang anak yang rata-rata terbilang masih anak-anak. Mak Dayang kini harus menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya telah tiada sejak anak bungsunya Reno (9 bulan) masih berumur satu bulan. Kecelakaan tabrak lari telah merenggut nyawa suaminya yang saat itu pergi berparmitan untuk membeli rokok namun tak kunjung tiba, sampai akhirnya diketahui telah meninggal.

Rumah mak Dayang merupakan bantuan yang diberikan setelah kepergian mendiang suaminya, namun rumah itu tidak sepenuhnya dapat berdiri kokoh, hanya ala kadarnya berupa bangunan polos dari batako tanpa diplester, apalagi dicat dengan beralaskan lantai semen kasar.

“Hanya seginilah dapatnye bantuan santunan dari si penabrak lari, la dak dapat nerusek agik dak cukup duitnye, ungkap Mak Dayang sambil menggedong buah hatinya yang paling kecil, Reno yang sedang kurang sehat. Usut punya usut ternyata Reno anak bungsunya yang terlihat lemah dan tidak seperti anak-anak normal seusianya tidak pernah mendapatkan pelayanan imunisasi atau dibawa ke posyandu terdekat untuk pemantauan tumbuh kembangnya.Sungguh tragis memang ditengah kehidupan masyarakat Belitung yang tampak begitu berkecukupan, ternyata masih kita temukan beberapa keluarga yang hidup dalam suasana tidak layak dan memprihatinkan, namun herannya keluarga kurang mampu ini belum pernah mendapatkan santunan maupun bantuan dari RT setempat.

Bupati Belitung mengharapkan agar Dinas/Instansi terkait dapat segera bertindak dengan memberikan bantuan yang sekiranya dapat membantu menunjang kehidupan mereka ke depan, misalnya dengan memberikan bantuan berupa mesin, bibit atau alat-alat yang bisa membuat mereka menjadi lebih mandiri dan berguna untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, tentunya ditunjang dengan diberikannya pelatihan.

Hal ini tentunya dapat menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama, bagaimana mengantisipasi hal ini agar tidak berkembang lebih jauh untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat Belitung.

Dalam kesempatan ini Bupati secara pribadi memberikan bantuan dan santuanan kepada keluarga Muhammad. “Ini ada sedikit bantuan dari saya untuk berobat, mudah-mudahan cepat sembuh”, ungkap Bupati sambil berpamitan.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung