Senin, 23 Agustus 2010 08:39

FASILITAS OLAHRAGA KABUPATEN BELITUNG KURANG MENCUKUPI

Tanjungpandan --- Kurangnya fasilitas olahraga untuk beberapa cabang olahraga di Kabupaten Belitung menjadi salah satu hal yang disebut-sebut akibat dari Kabupaten Belitung gagal mempertahankan juara umum di Porprov Babel III di Bangka Selatan (Basel).

Kendala yang terjadi mulai dari persiapan hingga saat pelaksanaan Porprov maupun pembinaan atlet sehari-hari. Dari segi persiapan hampir rata-rata pelatih sepakat bahwa fasilitas olahraga di Belitung masih minim. Hal itu membuat persiapan atlet menjelang porprov jadi kurang optimal.

Dalam Harian Pagi Pos Belitung edisi Minggu, 22 Agustus 2010, Pelatih Atletik, Ridwan Abu Bakar mengatakan, mereka harus berbagi stadion dengan jadwal latihan maupun pertandingan sepak bola. Sementara official panjat tebing Mardani mengaku, mereka harus latihan dengan menggunakan papan panjat yang mulai rusak. Demikian juga dengan pelatih tenis meja, Freddy Agustianto dan pelatih tinju, Usman yang mengeluhkan ketersediaan gedung olahraga untuk latihan.

Freddy Agustianto, pelatih cabor tenis meja menyebutkan kucuran dana dari KONI untuk pembinaan rutin tidak ada. Bantuan cuma ada jika ada even dan persiapan porprov kemarin. Padahal, kita termasuk salah satu cabang yang diunggulkan oleh KONI Belitung. Sebagian besar pelatih juga mengeluhkan kurang optimalnya pelaksanaan training center (TC), padahal TC dinilai snagat penting untuk menjaga agar atlet fokus dalam mempersiapkan diri.

Dari sekian banyak cabang olahraga, hanya sepak bola boleh dikatakan melakukan TC dalam artian sebenarnya. Mereka memilih menginapkan pemain di dalam stadion selama 10 hari. Meski belum optimal TC tersebut tetapi mendapatkan hal posotif dengan mempersembahkan medali emas pada Porprov III di Basel.**Mitha
Sumber: Pos Belitung