Kamis, 26 Agustus 2010 14:00

CERAMAH AGAMA WARNAI PENUTUPAN TADARUSAN TIM PENGGERAK PKK

Tanjungpandan --- Dalam rangka penutupan Tadarus Al Qur’an, Tim Penggerak PKK Kabupaten Belitung dan Majelis Taklim se-Kabupaten Belitung diawali dengan Shalat Tasbih bersama dilanjut dengan ceramah agama oleh H Mulyadi Ibrahim. Acara ini resmi ditutup oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos di Gedung Serba Guna, Kamis 26 Agustus 2010.

Mengawali ceramahnya, H. Mulyadi Ibrahim mengatakan fungsi Shalat tasbih ada tiga, yaitu Allah SWT memaafkan dosa yang kita buat secara tidak sengaja, memaafkan dosa sekarang dan memaafkan dosa yang akan datang.
Jika sebelum dan sesudah puasa pribadi kita tidak ada yang berubah, maka bisa dikatakan kita telah gagal menjalani puasa. Karena diharapkan hasil dari puasa adalah menciptakan pribadi yang lebih baik.

Untuk menjalani ibadah puasa ini memang banyak godaan yang harus kita hadapi. Apabila kita mencintai Islam, mencintai Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW dengan sepenuh hati maka dengan sendirinya akan muncul panggilan jiwa untuk melakukan ibadah puasa ini dengan ikhlas.

Selanjutnya Mulyadi menyampaikan bahwa orang-orang yang tidak berpuasa, berarti orang itu tidak memiliki keimanan pada Allah SWT karena puasa juga merupakan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan selama ini. ”Selama menjalani puasa terdapat nikmat yang kita rasakan mulai dari mengucap syukur kepada Allah SWT, menahan syahwat, merasakan jiwa sosial kepada Allah SWT dan kepada sesama manusia, serta sebagai jembatan doa,” ujar Mulyadi.
                                    
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung