Jum'at, 27 Agustus 2010 23:16

PEMKAB BELITUNG GELAR RAPAT TERPADU ANGKUTAN LEBARAN 2010

Tanjungpandan—Rapat Terpadu Angkutan Lebaran 2010 berlangsung pada Kamis, Tanggal 26 Agustus 2010 di Ruang Rapat Bupati Belitung. Rapat dipimpin langsung oleh Assisten III Bidang Administrasi Setda Kabupaten Belitung Drs H Jasagung Hariyadi, M.Si dengan dihadiri sejumlah Dinas/Instansi Vertikal serta operator transportasi darat, udara dan laut.

Dalam Rapat, Jasagung berharap operator transportasi dapat memberikan informasi jelas tentang jadwal keberangkatan arus mudik dan arus balik agar masyarakat bisa mengantisipasinya. Para personel juga diharapkan untuk dapat siaga, meski dalam beberapa tahun ini tidak terdapat kejadian seperti orang yang kehilangan barang ataupun kecopetan, ungkapnya.

Dari sisi keamanan sendiri sebanyak 150 personil Polres Belitung akan diterjunkan untuk arus mudik dan arus balik, selain itu enam pos akan ditempatkan dibeberapa kawasan, diantaranya di Barata Departemen Store, Tanjungpendam, sekitar Kelenteng Hok Tek Che, Bandara HAS Hananadjoedin, Pelabuhan dan Terminal. Pos keamanan ini akan dijaga tim gabungan dari Polres Belitung, Kodim 0414, Satpol PP, Lanud Tanjungpandan, Pelabuhan, Orari serta Bandara.

Selain itu perwakilan Polres Belitung Ipda Imanuel Tobing mengatakan bahwa Polres Belitung juga sudah siap dengan kendaraan, yaitu 49 unit kendaraan roda dua, lima unit kendaraan roda empat dengan bahan bakar bensin, 11 unit kendaraan roda empat dengan bahan bakar solar serta satu unit truk Samapta. Seperti yang dipaparkan Harian Pos Belitung, edisi Jumát, Tanggal 27 Agustus 2010.

Selanjutnya Pihak RSUD Kabupaten Belitung diminta standby pada H-7 hingga H+7 untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Dr Wiryati Husein mengatakan, bahwa pihaknya akan membuka posko kesehatan berkoordinasi dengan pihak keamanan.

Kesiapan lain juga diungkapkan Dinas Kesbangpollinmas, yang mana tim SAR akan disiagakan untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan para arus mudik dan arus balik. Oleh karenanya diperlukan koordinasi dengan Tagana Kabupaten Belitung yang memiliki peralatan rubberboat, perahu dolphin dan truk.

Koordinasi lintas sektoral yang saling berhubungan harus dilakukan terkait pengaturan angkutan lebaran, baik arus mudik dan arus balik tahun ini sehingga zero accidental (tanpa kecelakaan) tercapai, seperti yang disampaikan Jasagung diawal pelaksanaan rapat.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung