Rabu, 1 September 2010 09:20

DICARI: ALAMAT DAN ORANG TUA SURA

Tanjungpandan — Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, siap membantu proses pemulangan Sura (20), gadis tuna rungu yang ditemukan warga di Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan, Sabtu (14/8) malam. Namun yang menjadi kendala adalah belum jelasnya alamat yang akan dituju.

Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan berkomunikasi serta minimnya informasi mengenai asal usul yang bersangkutan. Sejauh ini, terkait asal usul dan alamat, informasi yang dapat digali dari Sura adalah nama tiga daerah, yakni Halmahera, Flores dan Malaysia. Namun dimana persisnya alamat gadis ini di ketiga daerah ini, hingga saat ini belum jelas.  

Sementara itu, Sura sendiri tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen lain yang dapat memperjelas identitas dirinya. Yang dia dimiliki hanya dua tas berisi pakaian serta surat keterangan kehilangan dompet dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tertanggal 2 Agustus 2010.

Oleh karena itu, untuk membantu proses pemulangannya, diperlukan alamat orang tua atau keluarga Sura. Bagi pembaca yang mengetahuinya, informasi dapat disampaikan melalui Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Belitung Telpon (0719) 21355, Bagian Humas Setda Kabupaten Belitung Telpon (0719) 21338, atau melalui Ibu Rohana HP 087896481465.

Dikira Hendak ke Bangka
Seperti diberitakan Harian Pos Belitung edisi Jumat (20/8), Sura ditemukan warga bernama Wimpi di sekitar bekas pabrik keramik di Jalan Ahmad Yani Tanjungpandan. Ketika itu Wimpi sedang melintas dan Sura melambaikan tangan sambil menenteng tas. Mengira Sura hendak ke Bangka, Sura diantarkan Wimpi ke pos jaga KPPP Polres Belitung di Pelabuhan Tanjungpandan.

Di situlah diketahui bahwa Sura seorang gadis tuna rungu yang tak jelas dari mana hendak ke mana. Malam itu juga Sura dibawa ke rumah Rita, guru SLBN Tanjungpandan. Rita sendiri kemudian menghubungi rekannya sesama guru SLBN Tanjungpandan bernama Rohana, akhirnya Sura dibawa ke rumah Rohana dan menginap di sana.

Berdasarkan keterangan Rohana yang dihimpun harian ini di SLBN Tanjungpandan, Kamis (19/8), Sura mengaku bekerja sebagai pelayan sebuah restoran di Malaysia yang menjual makanan siap saji sejenis hamburger. Di dalam tasnya ada sebuah pakaian kerja bertuliskan PT Kumala Gading Prima dan tulisan Korea. Namun belum dapat dipastikan apakah Sura bekerja di perusahaan tersebut.

Dihadapan harian ini, dibantu Rohana dan beberapa guru SLBN Tanjungpandan yang mengajaknya berkomunikasi dengan bahasa isyarat, Sura menuturkan bahwa majikan perempuannya di Malaysia sering marah dan menjewer kupingnya. Inilah yang membuat dia merasa takut dan akhirnya kabur menumpang kapal besar bernama Bala.
Ditinggal Teman 
Tidak jelas dari mana kapal itu bertolak dan kemudian merapat. Namun berdasarkan komunikasi bahasa isyarat, Sura menuturkan dalam perjalanan pulang dia ditinggalkan oleh dua orang rekannya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Menurut Sura, ia sempat diberi minuman yang diduga telah dicampur dengan obat tidur sehingga dia tertidur. Ketika dia bangun, uang Ringgit, paspor, dan salah satu dari ketiga tasnya telah hilang. Dia hanya bisa menangis.

Kepala Pos Belitung Rohana mengatakan, dia sudah berusaha membantu Sura memastikan asal usulnya dengan memperlihat peta. Namun Sura hanya menunjukkan Pulau Halmahera dan Malaysia. Sura sendiri menuliskan nama kedua orang tuanya Oma dan Boy. Dia memiliki kakak bernama Emmy dan adik bernama Ida.

Hingga saat ini, Sura tinggal di rumah Rohana. Selain terus mengerjakan ibadah puasa, sehari-hari gadis berkerudung ini juga membantu Rohana menerjakan pekerjaan rumah. Rohana berharap pihak keluarga segera mengetahui keberadaan Sura di Belitung, karena gadis tuna rungu itu sudah sangat ingin pulang. (syafei)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung