Senin, 21 Juli 2008 07:52

50 warga kurang mampu menjalani Operasi Katarak

Tanjungpandan (WP), Senyum nenek berusia 70 tahun ini tampak ketikA baru saja keluar dari ruang operasi katarak. Bupati Belitung sempat mengamati pelaksanaan operasi dari ruang operasi dalam peninjauan di RSUD sore (19/7). Sebanyak 50 warga penderita penyakit mata katarak, mendapat kesempatan mengikuti operasi katarak gratis yang berlangsung selama dua hari (17-18 Juli) di RSUD Kabupaten Belitung. Katarak adalah sejenis kerusakan pada mata yang menyebabkan mata berselaput dan rabun. Selanjutnya mata menjadi keruh sehingga tidak dapat ditembus cahaya Penglihatan akan terganggu sebelum akhirnya buta jika tidak dirawat. Seperti yang dikutip dari Harian Pagi Pos Belitung (21/7), Direktur RSUD Kabupaten Belitung Dr Henry M SpB mengemukakan, RSUD memberi pelayanan operasi bagi masyarakat yang kurang mampu. “Para pasien tidak membayar untuk operasi ini, bahkan mereka juga ada mendapat ongkos untuk pulang ke rumah masing-masing. Operasi ini dilaksanakan RSUD Kabupaten Belitung bekerjasama dengan para dokter dan ahli mata dari Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Jakarta,” kata Henry. “Awalnya malah dibatasi hingga 40 pasien karena terbatasnya waktu dan tenaga dokter,” kata Henry. Ketua Perdami Tjahjono Gondhowiardjo dalam siaran pers (tempointeraktif,13/10/05) menjelaskan diantara 71,5% penduduk Indonesia yang mengalami kebutaan, separuhnya disebabkan katarak. “Tingkat kebutaan di Indonesia termasuk tertinggi di Asia Tenggara karena sudah mencapai 1,5% dari populasi penduduk. Sedangkan negara-negara lain di bawah 1%,” katanya. Penyebab tingginya angka kebutaan, lanjut dia, adalah masalah fasilitas dan penanganan pemerintah yang masih rendah baik dari sisi cakupan operasi, sarana yang kurang memadai, dan pendanaan. Sementara di negara-negara lain didukung oleh pemerintah dan LSM. Jika per satu mil populasi di setiap negara menjadi buta, jelas Tjahjono, berarti 200 ribu penduduk di Indonesia tiap tahun mengalami kebutaan. Penyakit katarak sifatnya degeneratif, artinya semua orang akan mengalaminya bila usianya semakin tua. Rata-rata yang terkena katarak berusia 65 tahun (fithrorozi). Sumber: