Sabtu, 11 September 2010 06:40

KEMERIAHAN MENYAMBUT HARI NAN FITRI

Tanjungpandan---Gemuruh suara takbir berkumandang indah memecah keheningan yang  mengantarkan umat muslim menuju hari kemenangan, hari yang fitri, hari dimana seluruh umat islam di dunia menyambut hari nan fitri dengan suka cita dan kebahagian. Setelah kurang lebih satu bulan lamanya kita menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan yang penuh ampunan, kini tibalah hari kemenangan, hari dimana umat islam saling berjabat tangan dan saling bermaaf-maafan untuk kembali fitrah.
Suasana idul fitri yang merupakan hari istimewah memang senantiasa dinantikan para umat islam, tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Belitung yang terlihat begitu antusias menyambut datangnya hari nan fitri. Kemeriahan menjelang hari raya tergambar dari ramainya masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi kawasan pasar Tanjungpandan guna membeli berbagai persiapan khas lebaran.

Keadaan pasar yang tumpah ruah sejak H-4 hingga H-1 lebaran merupakan pemandangan yang lazim kita temui menjelang hari raya. Masyarakat setempat tampak semangat memburu dan mencari barang-barang kebutuhan hari raya, mulai dari pakaian, sembako, hingga kue-kue khas lebaran. Raut wajah kecewa sempat terpancar dari beberapa pembeli yang berbelanja pada H-1 menjelang lebaran karena sebagian kue-kue khas lebaran tampak habis diborong pembeli. “Nak meli jajak lebaran tapi la banyak abis, kemarik padahal gik banyak, sarine la habis benar, ungkap Misnah yang tampak kecewa karena kue labaran yang ia inginkan sudah habis diserbu pembeli. Namun hal ini seyogyanya tidak mengurangi kekhusuyukan kita menyambut perayaan idul fitri.

Malam harinya pemandangan keramaian masyarakat Belitung yang memadati kawasan pasar Tanjungpandan tak kalah hebohnya. Pemandangan ini tampak disekitar ruas jalan kawasan puncak dan barata. Tampaknya masyarakat Belitung tak ingin melewatkan hari raya tanpa persiapan matang.

Salah satu pedagang yang kami temui di salah satu toko pakaian mengaku pembeli terus ramai berdatangan dan berbelanja untuk membeli pakaian dan keperluan lainnya, seperti baju, sepatu, sandal dan aksesoris lainnya, apalagi menjelang H-1 lebaran, lonjakan pembeli semakin meningkat.Sementara salah satu pembeli bernama Rezki mengaku senang berbelanja mendekati hari raya,  karena tak jarang ia bisa menemukan barang-barang dengan harga miring dan diskon. Selain itu kadangkala tak jarang saat sedang berbelanja tanpa sengaja kita bisa bertemu dengan teman sejawat bahkan teman lama saking ramainya masyarakat Belitung yang datang ke pasar saat malam takbiran, ungkapnya.

Pemandangan ini tentunya menjadi sesuatu yang unik dan menarik, karena saat bulan ramadhan dan menjelang hari raya inilah kita bisa merasakan indahnya kebersamaan, bisa berjumpa dengan para sahabat, saudara bahkan orang-orang baru. Meskipun lebaran tahun ini dirasa kurang semeriah lebaran tahun-tahun yang lalu, namun hal ini tentunya bukan menjadi penghalang yang dapat mengurangi makna indahnya hari raya idul fitri yang istimewah ini, akan tetapi jadikanlah makna hari raya tahun ini sebagai wujud rasa syukur yang akan menghantarkan dan membimbing kita menuju ridho Allah SWT. Selamat Idul Fitri 1431 H, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.


Sumber: Humas Setda Kab. Belitung