Jum'at, 24 September 2010 13:45

KERAMBA JARING APUNG DITELITI TIM LIPI

Badau---Potensi ekonomis perairan Belitung ini cukup mendapat perhatian khusus dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kepala Dinas kamar Dagang dan Industri Kabupaten Belitung beserta staf Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Belitung, pada Tanggal 23 September 2010 kemarin melakukan peninjauan Keramba Jaring Apung (KJA) milik Abeng di perairan Pulau Rengit Kecamatan Badau.

Rombongan yang berangkat dari Pelabuhan Desa Pegantungan ini tiba di lokasi dalam 20 menit. Di KJA milik Abeng, tim mengambil lebih dari 30 ekor ikan kerapu bebek sebagai sampel untuk diukur dan ditimbang.

Pada Harian Pagi Pos Belitung, Mayunar salah seorang peneliti senior mengatakan “Rata-rata ikan memiliki berat 190 gram dengan panjang 21,2 sentimeter. Untuk pemeliharaan sekitar enam bulan ini cukup baik”.

Mayunar melanjutkan “Banyak faktor yang menyebabkan ikan-ikan ini mati. Diantaranya adalah virus yang sering disebut penyakit tidur. Dan untuk penyakit ini belum ada pengobatannya”.

Penyakit tidur merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ikan. Penyakit yang disebabkan virus ini dikarenakan faktor lingkungan yang kemungkinan tidak steril. Angin dan cuaca pun sedikit banyak mempengaruhi kesehatan ikan, lanjut Mayunar.

Penyakit lainnya yang juga sangat mengganggu usaha budidaya ikan kerapu adalah jamur. Biasanya jamur menyerang kulit ikan dan lama kelamaan akan berakibat pada kematian.
Sumber: Pos Belitung