Rabu, 13 Oktober 2010 01:44

PESERTA SAIL IKUTI FESTIVAL LAYANG-LAYANG DAN MAKAN BEDULANG

Tanjungpandan---Masih dalam rangkaian kegiatan Sail Indonesia 2010, dihari ke-3 penyelenggaraan Sail Indonesia para yachters mengikuti kegiatan city tour ke kota Tanjungpandan. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi museum Tanjungpandan, dilanjutkan dengan Festival Layang-Layang yang dipusatkan di kawasan pantai Tanjungpendam, tidak ketinggalan kesenian hiburan rakyat juga turut meramaikan acara diantaranya atraksi pencak silat, lesong panjang dari desa sungai padang, dan penampilan kuda lumping warok budoyo.

Panitia Festival Layang-Layang Sofwan, AR saat ditemui kru Humas Pemkab Belitung mengatakan, sebanyak 17 peserta lokal telah mendaftar untuk mengikuti festival layang-layang, disusul 15 peserta yang berasal dari luar daerah diantaranya berasal dari Jakarta, Medan, Surabaya, Makasar dan Bandung.

Ini kali ketiga keikutsertaan festival layang-layang dalam penyelenggaraan Sail Indonesia. Untuk juri sendiri terdiri dari 3 orang, yakni Ketua Museum Layang-Layang Indonesia ibu Endang W Puspoyo, dan dua lainnya merupakan juri lokal.

Kriteria penilaian mencakup ide/kreatifitas, keserasian, keseimbangan dan kemampuan terbang. Untuk tehnik perlombaan sendiri para peserta lokal diadu dengan peserta lokal lainnya sedangkan untuk peserta dari luar daerah akan bertanding sesama peserta dari luar daerah ungkap Kadin Disbudpar, Drg.Dian Farida dalam laporannya.

Kedatangan para yachters yang berkendara menggunakan sepeda ontel dari museum menuju Tanjung Pendam disambut penampilan pencak silat Persinas (Perguruan Silat Nasional) Asat (aman, sehat, anugerah dan damai). Pencak silat ini merupakan gabungan dari seni bela diri cimande, cikalong, kuntau dan syahbandar. Perguruan silat ini telah tersebar di 33 provinsi Indonesia dengan Ketua umum Bridjen Agus Susanto sedangkan di Kabupaten Belitung sendiri diketuai oleh Eka Yuliansyah.

Pada pertunjukan kali ini sebanyak 10 orang pemain yang terdiri dari anak-anak pelajar yang tampil dengan percaya diri dihadapan Bupati Belitung, Ir.H.Darmansyah Husein, Wakil Bupati Belitung, Sahani Saleh, S.Sos, segenap pejabat daerah, para peserta sail dan undangan lainnya.

Para pemain menunjukkan kebolehannya bersilat dengan diiringi alunan musik khas. Pemandangan ini cukup menarik perhatian para yachters yang tampak serius melihat pertunjukan yang sedang berlangsung. “Di Belitung sendiri perguruan ini telah berdiri selama hampir 3 tahun lebih. Ini kali pertama kami terlibat dalam Sail Indonesia, ungkap Eka.

Tidak hanya itu pemandangan lain yang mengesankan juga terjadi di sekitar kawasan pantai tanjung pendam, yang mana tampak matahari berbentuk cincin melingkar indah diseputaran lokasi festival. Hal ini mengundang ketakjuban setiap mata yang hadir dan ingin menyaksikan pemandangan langkah ini.

Sementara Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para peserta sail. “Welcome to Belitung island and enjoy it, “ungkap Darmansyah. Mudah-mudahan pada penyelenggaraan Sail Belitung 2011 mendatang beliau-beliau ini akan kembali datang memeriahkan acara.

Pembukaan festival juga ditandai dengan penyerahan layang-layang secara simbolis oleh ketua umum museum layang-layang Indonesia kepada Bupati Belitung didampingi Wabup. Bupati dan wabup juga sempat berfoto bersama dengan para peserta sail di belakang layang-layang panjang bertuliskan Belitung island. Pengumuman pemenang langsung diumumkan pada sore harinya usai pertandingan dilaksanakan.

Adapun pemenang untuk kategori luar daerah diraih oleh peserta no 33 Eva Panjaitan dari Jakarta, disusul peserta no 41 Junaidi dari Jakarta, dan peserta no 31 Elly Leidayasi asal Jakarta sebagai juara ketiga.

Sedangkan untuk kategori dalam daerah diraih peserta asal Tanjungpandan, yakni juara I diraih Sunardi dengan nilai 751, juara 2 Miskiadi dengan nilai 739, dan juara 3 Vani dengan nilai 738. Sedangkan untuk juara harapan I diraih para peserta asal Tanjungpandan yakni, Harapan I Jumadin, Harapan II Samadi dan Harapan III Sahni.

Disela-sela acara festival layang-layang, bupati juga sempat berbincang dengan para peserta, tidak ketinggalan para peserta sail tampak asyik berdialog dan berfoto dengan pengunjung. Mereka tampak antusias dan terkesan melihat beragam bentuk layang-layang dengan berbagai bentuk dan gambar yang unik dan lucu. Ada yang berbentuk ikan, cumi-cumi raksasa, burung, gambar badut, barong bali dan bertuliskan Belitung island.

Layang-layang kecil juga tampak berkilauan indah menari-nari diatas langit mengeliling seputaran kawasan pantai Tanjungpendam.  Usai mengikuti festival layang-layang, para peserta sail bertolak menuju Rumah Adat Belitung guna mengikuti prosesi makan bedulang sebagai cara makan tradisional yang merupakan bagian dari  rangkaian kegiatan sail Indonesia 2010.

Suasana makan bedulang taka kalah meriah apalagi para peserta dan undangan dihibur alunan musik keroncong melayu yang tak jarang membuat para peserta sail reflek untuk berjoget datau sekedar meliukan badannya. Sebelumnya kedatangan para yachter dan undangan disambut tarian selamat datang dan ritual makan sirih.

Pada acara makan bedulang, para undangan disuguhi makanan yang terhidang dalam nampan tertata piring-piring kecil berisi lauk pauk berupa sate ikan, daging serati bumbu ketumbar, onseng-onseng dan sambal serai, ditengahnya ada semangkuk gangan darat pelengkap lauk pauk.  Untuk cuci mulut terhidang kue bingke dan dodol agar ditambah segelas teh tawar.

Setelah makan dan puas berfoto para peserta melanjutkan perjalanan menuju pemandian alam tirta marundang indah untuk berenang. 
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung