Rabu, 27 Oktober 2010 09:40

GERAKAN SEHARI SEJUTA SAMBUNGAN

Tanjungpandan---PT.PLN (persero) cabang Tanjungpandan menggelar kegiatan Deklarasi Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (GRASS) yang berlangsung pada Rabu (27/10) di Kantor PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan, Jl.A.Yani No.111 Tanjungpandan dalam rangka Peringatan Hari Listrik Nasional ke-65.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui acara apel pagi yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB dengan dihadiri Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Andi Saparudin Lanna, SH, para Muspida, Dirut PT PLN (persero), Manajer Cabang Tanjungpandan Suparyanto, beserta segenap karyawan/karyawati PT PLN (Persero).

Program GRASS bertujuan untuk mengatasi daftar tunggu seluruh Indonesia yang berkisar 2,5 juta calon pelanggan. Kegiatan penyambungan sejuta pelanggan dimulai pada tanggal 22 September 2010 s.d 27 Oktober 2010. Provinsi Kepuluan Babel mendapatkan target minimal 6000 penambahan pelanggan dengan pembagian 4000 untuk cabang Bangka dan 2000 untuk cabang Tanjungpandan.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, GRASS ini merupakan suatu bukti bagi seluruh masayarakat Indonesia, bahwa setiap waktu PT PLN senantiasa melakukan evaluasi guna menentukan langkah dan kebijakan progresif serta signifikan untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selanjutnya gerakan ini diharapkan agar tidak dijadikan alasan bagi kita semua untuk memboros-boroskan energi yang dimiliki, karena efeknya akan berdampak pada fenomena alam yang dikenal dengan istilah global warmning (pemanasan global). ”Gunakan listrik seperlunya dan sesuai dengan kebutuhan, jangan lupa matikan lampu dan alat-alat elektronik apabila tidak diperlukan, pesan Darmansyah.

Disela-sela acara berlangsung penyematan tanda pelaksanaan GRASS kepada 5 perwakilan petugas pelaksana yang dilakukan Bupati, dilanjutkan dengan penekanan tombol tanda dimulainya pelaksanaan kegiatan GRASS serta pelaksanaan kegiatan penyambungan dilapangan oleh petugas yang disaksikan langsung oleh Bupati Belitung beserta segenap undangan yang hadir.

Kondisi Kelistrikan PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan
Secara umum sumber tenaga listrik yang digunakan untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur berpusat pada pembangkit PLTD Pilang, PLTD Padang dan PLTU Mempaya yang terinterkoneksi melalui jaringan SUTM 20 KV. Sedangkan untuk suplay Selat Nasik dan Seliu PT PLN (Persero) mempunyai PLTD isolated di masing-masing pulau.

Secara keseluruhan daya mampu pembangkitan system Tanjungpandan adalah 26 Megawatt untuk menyuplay pelanggan Belitung dan Beltim dengan beban puncak sebesar 22 Mega watt sehingga total cadangan energy listrik adalah 4 Megawatt.

Untuk menyalurkan listrik keseluruh pelanggan, PT PLN menggunakan saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang panjangnya 741,588 Kms menyuplai transformator/gardu sebanyak 417 Gardu dengan daya terpasang 38 Mega VA dan selanjutnya penyaluran ke pelanggan-pelanggan menggunakan jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 617,66 Kms.

Sampa September 2010 PT PLN (persero) telah melayani pelanggan sebanyak 41.180 pelanggan. Karena terbatasnya daya mampu pembangkit PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan dari tahun 2003 samapi dengan pertengahan tahun 2010, membuat PT PLN tidak dapat melayani proses pasang baru dan tambah daya kepada setiap pelanggan. Proses pasang baru dan tambah daya hanya melayani untuk tarif sosial dan pemerintah. Kondisi diatas mengakibatkan banyaknya daftar tunggu untuk menjadi pelanggan PT PLN (Persero). Untuk Kabupaten Belitung tercatat sebanyak 4.539 dan Beltim 1.523 pelanggan.

Berkenaan dengan program GRASS, dicabang Tanjungpandan sendiri, target pemasangan dibagi sesuai dengan persentase daftar tunggu menjadi 2 Kabupaten, dimana Kabupaten Belitung terdapat 1300 pelanggan dan Kabupaten Belitung Timur 700 pelanggan.

Sejak tanggal 22 September 2010 sampai tanggal 25 Oktober 2010 realisasi pemasangan baru adalah 2.099 pelanggan dengan rincian Kabupaten Belitung sebanyak 1.324 pelanggan dan Beltim 727 pelanggan. Realisasi penyambungan tersebut adalah daftar tunggu dari tahun 2007 sampai dengan 2010 dengan tetap mengedepankan prinsip FI – FO (First In First Out) siapa yang duluan daftar dia yang disambung duluan.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung