Rabu, 10 November 2010 09:37

“... HANYA BANGSA YANG MENGHARGAI JASA PAHLAWANNYA, DAPAT MENJADI BANGSA YANG BESAR ...”

Tanjungpandan --- “Hanya bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar”, demikian lantunan kalimat yang disampaikan Bupati Belitung Ir Darmansyah Husein selaku Inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2010 saat membacakan sambutan Mentri Sosial RI Dr Salim Segaf Al Jufri, MA di Halaman Gedung Nasional Tanjungpandan Rabu, 10 November 2010.

“Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, diharapkan rasa kesetiakawanan sosial sebagai anak bangsa dapat tumbuh dan berkembang yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai salah satu modal untuk menyelesaikan masalah bangsa. Dengan kesetiakawanan sosial yang diwujudkan dengan saling menghargai, menghormati, tolong menolong maka kita tidak akan mudah terprovokasi dan sebaliknya dengan kesetiakawanan sosial akan menguatkan solidaritas yang memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” lanjut Bupati.

Upacara peringatan Hari pahlawan yang  mengusung tema “Dengan Semangat Nilai Kepahlawan, Kita Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial Nasional” berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Kapten Pardede. Upacara diikuti para Muspida dan para peserta dari satuan kelompok TNI, Polri, Kodim 0414, Lanud Tanjung pandan, Polres Belitung, Pol PP, Kesbanglinmas, Satpam, para PNS dan segenap pelajar. Selanjutnya acara berlanjut dengan Upacara Ziarah Nasional yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Ksatria Tumbang Ganti Perawas.

Sebelumnya pada Selasa malam, 9 November 2010 sekitar pukul 23.30 WIB, berlangsung Renungan Suci yang bertempat di Taman Makam Pahlawan Ksatria Tumbang Ganti di Perawas. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut peringatan hari pahlawan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah mendahului kita. Sebagai acara penutup, berlangsung kegiatan ramah tamah di Gedung Serba Guna pada pukul 10.30 WIB usai pelaksanaan Ziarah Nasional.

Dalam sambutannya Darmansyah mengatakan ”Suatu sistem yang kuat tidak akan selamanya berjalan dengan sempurna karena akan selalu ada cabaran atau rintangan menghadang kita, sengaja maupun tidak sengaja yang bersifat bencana. Kiranya dapat kita sepakati bersama bahwa duka dan tantangan yang sedang kita hadapi dalam membangun adalah suatu hal yang tiada artinya ketimbang perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan oleh para pejuang, para pendahulu dan para pahlawan kita”.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung