Rabu, 15 Desember 2010 05:33

BUPATI: DOLPHIN ISLAND UNTUK LAPANGAN KERJA

Tanjungpandan — Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein menegaskan, rencana reklamasi dan pembangunan Dolphin Island di Kawasan Pantai Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, adalah untuk membuka lapangan kerja. Pembukaan lapangan kerja itu penting, karena pengangguran akan menimbulkan berbagai permasalahan sosial.

Penegasan itu disampaikan Bupati ketika menutup kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) bagi SKPD Kabupaten Belitung di Gedung Serba Guna Pemkab Belitung, Jumat (10/12), menanggapi protes sekelompok masyarakat terhadap penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pembangunan Dolphin Island antara Pemkab Belitung dengan PT Mekar Mulia Mandiri selaku investor, Kamis (9/12).

Menurut Bupati, lapangan kerja semakin hari semakin sulit. Hal ini terbukti dari membludaknya pelamar penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Belitung Tahun 2010, yang mencapai lebih dari 2.400 orang. Padahal formasi yang tersedia hanya untuk 272 orang. ”Ini bukti betapa sulitnya anak-anak kita sekarang ini mencari pekerjaan,” kata Bupati.

Pemerintah Kabupaten Belitung, lanjut Bupati, telah berupaya dengan berbagai cara untuk membuka lapangan kerja. ”Di bidang pariwisata, kita bongkar benang kusut Tanjung Kelayang hingga dapat diteruskan. Lalu kita ajak, kita rayu-rayu, bahkan kita apeli tiap bulan PT Aero Wisata agar segera membangun kawasan wisata di sana untuk membuka lapangan kerja. Nyatanya, sampai sekarang, pembangunan belum dapat dilaksanakan,” ujar Bupati.

Di bidang perindustrian dan perdagangan, Pemkab juga telah, sedang, dan akan terus berjuang menggolkan penetapan Kabupaten Belitung sebagai salah satu lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), menyusul pengembangan kawasan industri di Dusun Suge, Desa Pengantungan, Kecamatan Badau, dan pembangunan Pelabuhan Tanjung Batu di kawasan itu sebagai pelabuhan samudera.

”Ini juga kita maksudkan untuk membuka lapangan kerja, agar anak-anak kita yang sudah kita sekolahkan dengan susah payah bahkan hingga keluar daerah, mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan keahliannya. Tidak menjadi pengangguran, lalu menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Namun, sampai sekarang, Keppresnya (tentang KEK — Pen) belum keluar,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, semua itu menunjukkan bahwa membuka lapangan kerja tidak semudah membalik telapak tangan. Bisa dimaklumi bila banyak daerah di Indonesia menjadi pengekspor tenaga kerja ke luar negeri, karena sulitnya membuka lapangan kerja. Jumlahnya mencapai jutaan, banyak diantara mereka menjadi pembantu rumah tangga di Timur Tengah.

”Kita patut bersyukur bahwa sampai saat ini, karena jumlah penduduk belum terlalu banyak, Kabupaten Belitung belum menjadi pengekspor TKI. Namun satu saat nanti, bila penduduk terus bertambah dan kita tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak, bukan mustahil kita akan menjadi pengekspor TKI,” kata Bupati.
Oleh karena itu, Bupati sangat menyayangkan protes sekelompok masyarakat terhadap rencana reklamasi dan pembangunan Dolphin Island. ”Kalau pembangunan Dolphin Island ini terlaksana, tidak sedikit tenaga kerja yang bisa ditampung di sini,” tegas Bupati.

Menyangkut kekhawatiran terhadap dampak lingkungan hidup yang akan terjadi, menurut Bupati yang diperlukan adalah kajian ilmiah yang terukur dengan parameter yang jelas. Mengutip pakar lingkungan hidup almarhum Prof Dr Otto Sumarwoto, Bupati mengatakan, laut memiliki safe recovery (kemampuan pemulihan kembali) yang cepat. Artinya, kalaulah dalam proses reklamasi ada dampak linkungan hidup, itu tidak perlu dikhawatirkan karena recovery akan berlangsung dengan cepat.

Yang justru harus dikhawatirkan menurut Bupati adalah kerusakan lingkungan di darat akibat aktifitas tambang timah inkonvensional (TI). Kemampuan safe recovery daratan sangat lambat, diperlukan waktu puluhan tahun untuk pemulihan kerusakan. Bahkan, setelah dilakukan reklamasi, tidak dengan sendirinya lahan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan produktif.

Karenanya Bupati mengajak seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Belitung menyatukan visi terhadap kebijakan pembangunan di Kabupaten Belitung. Pembangunan Dolphin Island untuk membuka lapangan kerja, kapal hisap yang digunakan dalam proses reklamasi bukan monster yang perlu ditakuti.

Hadir pada kesempatan itu Asisten I Bidang Pemerintahan B Maiya Hasibuan SH, Kepala Kantor Diklat Susilawati, SE, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah Dra Ita Wahyuni, Kabag Perekonomian Nurman Sunanda, SE, Kabag Tata Pemerintahan Drs Sunardi M.AP, Kabag Hukum Achmad Zainal, SH, dan Kabag Humas Edy Suprapto, SH. (syafei)

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung