Rabu, 15 Desember 2010 15:07

RENUNGAN SUCI PERJUANGAN RAKYAT MENDANAU SELAT NASIK

(Selat Nasik), Kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah pemberian para penjajah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan kesuma bangsa. Rakyat Indonesia di berbagai daerah termasuk Pulau Belitung dengan Pulau Mendanau didalamnya  juga turut mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak diantara pejuang tersebut yang gugur di medan juang sehingga tidak sempat menikmati kemerdekaan yang mereka perjuangkan dengan jiwa raga.  Oleh karena itu, sudah  menjadi tuntutan sejarah agar kemerdekaan yang kita miliki harus diisi pula dengan semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Belitung, Ir. H. Darmansyah Husein selaku Inspektur Upacara pada Renungan Suci Perjuangan Rakyat Mendanau  Selat Nasik, Selasa Malam, 14 Desember 2010 yang dimulai pada pukul 20.40 WIB, bertempat di Tugu Perjuangan Rakyat Selat Nasik.

Sebelum upacara berlangsung sejak sore hari ratusan pelajar, pemuda dan masyarakat dan Kelompok Paskibraka Selat Nasik dikawal anggota Polsekta Selat Nasik melakukan napak tilas sejarah dimulai dari Desa Suak Gual menuju Tugu Perjuangan Rakyat Selat Nasik. Napak Tilas ini juga diikuti oleh Bupati Belitung beserta anggota DPRD dari Partai PAN, Diki Siswoyo dan para aparatur di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung.

Pada kesempatan ini, Darmansyah Husein juga menyerahkan secara simbolis bantuan dua buah mobil truk dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dan bantuan kepara para veteran pejuang, serta bantuan peralatan sekolah bagi para pelajar yang kurang mampu di Selat Nasik dari Pemerintah Kabupaten Belitung. ”Sekarang kita memang tidak lagi memanggul senjata untuk berperang, namun justru kita harus mampu menunjukkan karya terbaik kita untuk mengisi kemerdekaan. Salah satu cita-cita pejuang adalah menghantarkan Indonesia ke gerbang kemajuan dan kecerdasan bangsa. Oleh karena itu, pada malam hari ini saya menyerahkan langsung bantuan di bidang pendidikan berupa perlengkapan sekolah kepada para pelajar agar generasi penerus kita tumbuh menjadi bangsa yang cerdas sebagaimana diharapkan oleh para pejuang”, tegas Darmansyah.

Selanjutnya, dikatakan pula oleh Darmansyah bahwa sejak Tanggal 27 November 2010 yang lalu, Belitung sudah tidak termasuk lagi dalam kategori Kabupaten Tertinggal. Penghargaan ini disampaikan oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Helmi Faizhal Zaini saat lawatannya ke Pulau Belitung beberapa waktu yang lalu. Prestasi ini hendaknya dapat kita apresiasikan dengan terus berkarya dan berjuang mengisi kemerdekaan sesuai dengan tugas dan peran kita masing-masing. Semua capaian pembangunan ini, tentunya tidak pernah lepas dari perjuangan para pahlawan. Karena itu, meskipun nilainya tidak seberapa namun Pemerintah Kabupaten Belitung tetap akan terus memperhatikan kesejahteraan dan nasib para veteran.

Suasana semakin semarak karena usai pelaksanaan Upacara Renungan Suci, Darmansyah Husein turut menyumbangkan suara. Lantunan lagu berjudul ”Juwita Malam” menjadi akhir dari kunjungan Bupati beserta rombongan dan segera bertolak ke Pelabuhan Selat Nasik menuju Pelabuhan Pegantungan. Temaran bintang di cakrawala yang luas menjelang pergantian hari saat rombongan menaiki kapal seakan menjadi sanksi bahwa perjuangan jelas belum usai, masih banyak cita yang belum direalisasikan. Dua kapal pengangkut Bupati beserta  rombongan terus menyusuri laut biru nan tenang. Sama seperti lama waktu keberangkatan, 45 menit diatas kapal amat cukup untuk melakukan kotemplasi, tenang seperti permukaan laut dan temukan ide cermerlang untuk tugas esok.****(ZAKINA)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung