Selasa, 28 Desember 2010 10:24

PELATIHAN SDM PENGRUSUTAMAAN GENDER (PUG)

Tanjungpandan---Menindaklanjuti surat dari Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor B 308/Set/KPP-PA/D.I/12/2010, tanggal 16 Desember 2010, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung menggelar kegiatan Pelatihan Sumber Daya Manusia Pengarusutamaan Gender (PUG) Anggaran Responsif Gender yang diselenggarakan selama 3 hari yakni, mulai tanggal 27 s.d 29 Desember 2010 di Hotel Grand Pelangi Tanjungpandan.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara pelatihan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung, Drs Hotmaria Ida menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya pelatihan PUG ini adalah sebagai tindak lanjut Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 bahwa PUG merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan serta permasalahan perempuan dan laki-laki dalam seluruh pembangunan di berbagai bidang kehidupan, mulai tahap perencanaan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pemantauan.

Para peserta berasal dari perwakilan SKPD di Lingkungan Pemkab Belitung berjumlah 33 orang dengan nara sumber dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs Darmawan, M.Si beserta rombongan dengan penyampaian materi berupa Kebijakan PP dan PUG, Konsep Gender dan PUG, Analisis Gender, Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender, Langkah-langkah Integrasi Gender dalam penganggaran yang responsive gender melalui GBS (Gender Budget Statemen), Penyusunan TOR berdasarkan GBS Serta diselengi dengan diskusi kelompok.

Adapun hasil yang diharapkan dalam pelatihan PUG ini yakni, agar dapat memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan, berpartisipasi yang sam adalam proses pembangunan, termasuk proses pengambilan keputusan, memiliki control yang sama atas sumber daya pembangunan serta memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan, ungkap Hotmaria Ida.

Pengarusutamaan gender merupakan suatu strategi yang mengintegrasikan pengalaman dan kebutuhan baik perempuan maupun laki-laki dalam perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap seluruh kebijakan dan program pada apek politik, ekonomi dan sosial. Perempuan dan laki-laki harus menerima manfaat yang sama atas pembangunan baik yang direncanakan oleh pemerintah ataupun lembaga lainnya, ungkap Darmawan saat menyampaikan materi tentang PUG.
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung