Kamis, 20 Januari 2011 08:37

KEMENTERIAN DKP RI GELAR RAKOR SAIL WAKATOBI-BELITONG 2011

BURONG KELAYANG BELITONG JADI LOGO, PIGMY HORSE WAKATOBI JADI MASKOT

(JAKARTA), Bertempat diruang Mina Bahari I Kementerian  Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Jalan Merdeka Timur-Jakarta Pusat, hari ini Kamis, 20 Januari 2011, Fadel Muhamad, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) dengan sejumlah Kepala Daerah di Tingkat Propinsi dan Kabupaten Wilayah Bangka Belitung dan Sulawesi Utara serta Tenggara.

Rakor ini membahas tentang kesiapan daerah untuk menyukseskan event pariwisata terbesar  bertajuk Sail Wakatobi Belitong (Wa-Be) Tahun 2011. Rencananya event ini akan disemarakkan dengan sejumlah acara yang sangat menarik serta dinilai banyak kalangan sebagai acara yang spektakuler. Dengan digelarnya event Wa-Be Tahun 2011 ini diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah melalui terbangunnya berbagai sarana infrastruktur seperti jalan, jembatan, hotel, sarana kesehatan, transportasi umum serta  tempat publik lainnya, sehingga pada akhirnya nanti bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat di daerah. “Tujuan inilah yang menjadi fokus dan harapan Bapak Presiden SBY dengan menggelar event ini di daerah seperti yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir, “jelas Fadel Muhammad di awal Rakor.

Lebih lanjut, Fadel Muhammad meminta agar para Gubernur, Bupati serta seluruh SKPD terkait di daerah dan juga Pusat agar dapat melakukan persiapan yang matang untuk menyukseskan kegiatan ini karena Presiden SBY akan mengunjungi Wakatobi dan Belitong  pada puncak acara Sail Wa-Be  Tahun 2011. Kepada Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein, bahkan Fadel Muhammad meminta dengan hormat untuk dapat menghias Burung Garuda (Burung Kelayang-red) yang berada di Tanjung Kelayang sehingga mirip dan nampak hidup dengan cara mengecat batu tersebut dan memberikan lambu-lampu layaknya mata burung Garuda yang ada di lautan dan bersinar di malam hari. Hal ini penting untuk dibuat sedemikian rupa agar tambil semakin menarik dan terkesan benar-benar spektakuler karena Sail Wa-Be Tahun 2011 menggunakan Burung Kelayang sebagai logo. Sedangkan untuk maskotnya bersimbol kuda laut (PIGMY HORSE)  yang merupakan binatang yang khas dan unik dari Wakatobi. Penetapan Maskot dan Logo ini juga telah disepakati oleh sejumlah peserta Rakor.

Adapun acara yang akan meramaikan Sail Wa-Be 2011 di Belitong antara lain: Seminar nasional dan internasional seperti Ministerial Meeting CTI Wakatobi, Konferensi Internasional On Coral Reef Wakatobi, Internasional seminar on Marine Ecoutourism Bangka, Seminar dan Workshop bertema Kelautan, Lintas Nusantara Remaja, Pemuda dan Pelajar, Seafood and Fish Export. Sedangkan untuk di wakotobi akan digelar beberapa event yang juga tak kalah spektakuler seperti Upacara pengibaran bendera 17 Agustus di dasar laut serta berbagai event menarik lainnya.  Turut juga digelar beberapa acara pendukung seperti: PELAYARAN RAKYAT, SINGAPORE –BELITONG CRUISE, PEMECAHAN GUINNESS BOOK OF RECORD CATUR DALAM LAUT, LOMBA SELAM (POSSI),BOLA VOLLEY PANTAI TINGKAT ASEAN, GERAKAN NASIONAL BERSIH LAUT, FESTIVAL BAHARI DAN LAYANG- LAYANG , GERAKAN “AYO TANAM dan lain-lain.

Artinya, secara garis besar acara yang akan digelar meliputi: Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya, Yacht Rally and Yacht Race, Flag Off 23 Juli 2011, Seminar Nasional dan Internasional,  Lintas Nusantara Remaja Bahari,  Sea Food And Fish Product Expo  serta Puncak Acara Kehadiran Presiden RI. 

Jalannya Rakor dibagi menjadi dua sesi, yang mana sesi pertama dipimpin langsung oleh Menteri DKP RI sedangkan sesi kedua dilanjutkan oleh Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Syahrin Abdurahman hingga makan siang. Rakor sesi kedua membahas secar detail mengenail hal apa yang yang dibutuhkan oleh daerah untuk menyukseskan dan menguatkan infrastruktur yang telah ada ataupun dengan membangun infrastruktur pendukung baru yang cukup realistis dan relevan dengan event dimaksud, Sail Wa-Be  2011.

Bupati Belitung Ir.H.Darmansyah Husein  minta agar dibantu dalam hal promosi media (marketing event) dan  aksesbilitas utamanya dalam hal pelebaran jalan. Sedangkan untuk aksesbilitas di laut dengan adanya pelabuhan Tanjung Batu telah dapat digunakan namun belum dapat berdaya maksimal meski dinilai cukup memadai karena terbukti sudah beberapa kapal besar mampu sandar dengan baik di pelabuhan tersebut. Untuk itu, dibutuhkan bantuannya terutama dalam hal kendaraannya. Infrastruktur yang lain seperti air bersih jga sngat diperlukan. amun tetap harus diikuti dengan penambahan kapasitas. Di bidang Kesehatan, Belitung memiliki RSUD namun masih belum memadai. Untuk itu diperlukan mobile ambulance dan Sanitary Mobile.

Mesti diakui oleh Darmansyah Husein, dirinya sedikit nervous (gugup dan getar) ketika memasuki area Kementerian DKP karena didepannya pada plag reklame tertulis untuk sukseskan Sail Wakatobi-Belitong 2011. Tujuan inilah yang dikehendaki semua pihak namun Belitung mesti dibenahi dalam beberapa bidang. Ia yakin dengan kemauan dan kerja keras serta kejasama semua pihak hal tersebut dapat terwujud, meski di Belitung terkendala beberapa hal seperti yang telah diungkapkannya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung menganggarkan untuk biaya opreasional kegiatan Sail Wa-Be 2011 sebesar 1,6 M. Beberapa festival juga telah digelar sebagaimana pada tahun-tahun lalu namun perlu dilebarkan ruang lingkupnya. Karena itu, perlu dukungan dana yang cukup pula, terang Darmansyah Husein sekaligus mengakhiri pemaparannya.

Sementara itu di Beltim, juga telah tersedia RSUD namun belum memiliki isi, secara fisik bangunan RSUD sudah siap dan dibangun atas dana sebesar 27 M, ujar Bupati Beltim- Basuri Purnama. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini dirinya meminta agar dibantu dalam hal infrastruktur kesehatan seperti halnya di Belitung.

Rakor berakhir sekitar Pukul 12.30 WIB dengan kesepakatan bersama yang ditegaskan oleh Syahrin Abdurahman untuk segera menindaklanjuti informasi yang di dapat melalui Rakor ini dengan melakukan lobby-lobby di tingkat pusat, baik pemerintah maupun pusat serta langsung melakukan Aksi tentunya. Intinya adalah kita harus segera melakukan ILA (Informasi, Lobby dan Aksi), tegas Syahrin.

Sejumlah pejabat yang turut hadir dan menjadi peserta pada Rakor ini antara lain: seluruh Gubernur beserta Bupati, Kepala Dinas dan DKP di Kepulauan Babel, dan wilayah Sulawesi. Tim Rombongan dari Kabupaten Belitung terdiri dari Kadin Kelautan dan Perikanan serta Asisten III Bidang Administrasi serta staf dari dinas terkait lainnya.***(Zakina-Jakpus)
Sumber: Humas Setda Kab. Belitung