Selasa, 29 Juli 2008 04:54

Tim Peneliti UBB dan BI Palembang Identifikasi Lima Komoditas Unggulan di Kabupaten Belitung

Tanjungpandan (WP), Kondisi budidaya perikanan perlu didukung dengan schema kredit dan ini merupakan wujud dari upaya pemerintah mengalihkan pola usaha dari perikanan tangkap ke perikanan budidaya. Komponen biaya yang paling tinggi bersumber dari kenaikan dan kelanggkaan BBM Subsidi yang seharusnya diterima oleh nelayan. Kondisi ini membuat pasokan bahan baku ke sentra industri pengolahan hasil perikanan menjadi terganggu karena keterbatasan modal untuk membeli bahan baku yang mengalami kenaikan harga. Selain permasalahan modal, UMKM masih dihadapkan pada persoalan kualitas SDM dan kemampuan mengelola usaha. Dinas Perindagkop Kabupaten Belitung telah berupaya meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM. Sedangkan masalah pemasaran kita memfasilitasi Galeri UMKM yang sudah dimanfaatkan sejak beberapa bulan yang lalu, kata Kadin Perindagkop MZ. Hendra Caya, MSi. Dukungan pemasaran ini juga dibutuhkan bagi pengembangan industri pariwisata. Sofwan AR mengakui adanya event-event seni budaya sebagai bagian dari upaya promosi wisata berdampak terhadap long stay wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung. “Dalam rentang waktu yang tidak lama saja dibangun 8 hotel baru di Tanjungpandan” tambah Kepala BPS Achmad Thamrin. “Ini menunjukkan adanya sektor permicu pertumbuhan sektor-ekonomi pada sektor-sektor lainnya”. Peserta Focus Group Discussion (FGD) dapat memberikan tanggapan terhadap proses pembobotan dan lima komoditas unggulan, jelas Reniati ketika memimpin FGD di Ruang Rapat Setda Kabupaten Belitung, Selasa (29/7). Selain didampingi Staff Bank Indonesia (BI) Palembang selaku supervisi penelitian. Sementara Ketua Penelitian baseline economic survey bagi perkembangan UMKM Reniati,SE,MSi didampingi staff peneliti UBB lainnya yakni Nizwan Zukri, SE. MM, Fournita Agustina,SP. MSi, Hidayati,SE.MM, Abu Nizardin SE. Msi dan Henny Afriana,MSi dari LPPM UBB. Penelitian ini antara lain bertujuan untuk mengetahui kualitas pertumbuhan ekonomi suatu daerah dimana sektor-sektor ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah tersebut. Setelah sektor-sektor tersebut diberi bobot kemduian dimasukkan dalam daftar panjang (long list) untuk dirinci kedalam beberapa komoditas unggulan. Dari beberapa komoditas tersebut dipilih lima sektor unggulan di suatu daerah (kabupaten kota di Bangka Belitung) “Ini membutuhkan biaya, tenaga dan waktu yang panjang yakni selama depalan bulan”, kata Syahrudin, Staff BI yang bertindak sebagai supervisi dalam kegiatan penelitian ini didampingi staff BI Palembang lainnya yakni Anzori HB dan Zainal Abidin Hasni. Memang ada beberapa kabupaten di Bangka Belitung menginginkan penggerak utama pertumbuhan ekonomi UMKM diidientifkasi secara rinci seperti komoditas industri olahan kerupuk, tapi ada juga yang menginginkan sektornya saja. “Artinya cukup sektor industri pengolahan hasil laut”, jelas Reniati. Oleh karena itu kami menampilkan longlist yang kemudian memberi perlakuan tertentu atas hasil penelitian sehingga penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang terkait dengan perkembangan UMKM dapat mengerucut (terfokus)” kata Ketua Peneliti LPPM UBB. Tim Penelitian Pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan UMKM dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bangka Belitung. LPPM UBB menggunakan empat metode penelitian yang meliputi 1) Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), yaitu metode yang digunakan untuk menentukan urutan prioritas alternatif keputusan dengan menggunakan beberapa kriteria, 2) Metode Borda, yaitu metode yang dipakai untuk menetapkan urutan peringkat, 3) Metode Analytical Hierrarchy Process (AHP) adalah metode untuk memecahkan permasalahan “decision making” seperti pengambilan kebijakan atau penyusunan prioritas, melalui analisis yang didukung oleh pendekatan matematika sederhana dan 4) Metode Bayes yaitu teknik yang digunakan untuk melakukan analisis dalam pengambilan keputusan terbaik dari sejumlah alternatif dengan tujuan menghasilkan perolehan yang optimal. Metode AHP menggunakan perangkat lunak Expert Choice untuk mendapatkan masukan berupa persepsi dari para expert (yang berkompeten). Beberapa peserta sempat mengkritisi metode dan hasil pembobotan. Dimasukkannya komoditas kafe dan warung makan perhitungan kedalam lima komodias unggulan, dinilai tidak memberikan dampak strategis bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belitung di masa depan. Komoditas Warung makan merupakan akibat dari berkembangnya sektor lain. Ini dapat dilihat dari munculnya warung-warung makan disepanjang jalan atau di kawasan wisata Tanjungpendam” kata Munzir ,SE.Msi. Dua komoditas lainnya adalah industri pengolahan hasil perikanan, perikanan tangkap dan Budidaya ikan air tawar. Tim juga mengakui ini bukan merupakan identifikasi final. Selain dihadiri Kadin Perindagkop MZ.Hendra Caya,MSi juga diikuti Fithrorozi,S.Kom,ME dari Humas Setda Kabupaten Belitung, Robert Horison MSi dari Bappeda dan PM, Roni Setiawan, Msi dari Dinas Pertambangan dan Energi, Maruli Sinaga, ST dari Bapedalda, Ir Akhmad Thamrin dari BPS Kabupaten Belitung, Munzir SE,Msi dari Dinas Perhubungan, Telemokunikasi dan Informatika.(fithrorozi). Sumber: