Jum'at, 4 Februari 2011 10:04

PENGENALAN PERJANJIAN INTERNASIONAL KETENAGANUKLIRAN DI KABUPATEN BELITUNG

Tanjungpandan --- Jepang yang sudah mengalami trauma nuklir justru saat ini paling getol mengembangkan energi nuklir dengan 56 PLTN. Masyarakat Indonesia selama ini masih ragu karena mnegingat tragedi PLTN di Chernobyl, Ukraina. Namun PLTN itu masih menggunakan teknologi generasi pertama, sedangkan yang dikembangkan sekarang adalah reaktor nuklir generasi tiga dan empat. Begitu yang disampaikan oleh Bupati Belitung Ir H Darmansyah Husein pada acara Pengenalan Perjanjian Internasional Ketenaganukliran bertempat di Ruang Sidang Setda Kab. Belitung, Rabu 2 Februari 2011.

Pada harian pagi Pos Belitung edisi Jum’at 4 Februari 2011, Ketua Tim Sosialisasi Energi Nuklir, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) Dr Wawan H Purwanto mengatakan pembangunan PLTN ini masih banyak kendala. Antara lain minimnya pemahaman masyarakat soal nuklir. Untuk itu sosialisasi akan dilakukan selama lebih kurang tiga tahun dengan melibatkan banyak pihak. Wawan menambahkan, rencana pembangunan PLTN setidaknya akan berlangsung selama 15 tahun. Lokasi PLTN rencananya akan ditempatkan di Kabupaten Bangka Barat dengan kapasitas 10.000 MW dan di Kabupaten Bangka Selatan sebesar 8000 MW.

Dalam acara sosialisasi tersebut, Dr Ferhat Aziz dan Dr Zainal Abidin memaparkan apa itu PLN hingga manfaat Teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

Adapun yang hadir dalam acara, Staf Ahli Bidang Pertambangan dan Energi Prov Bangka Belitung Ir Aldan Jalil, Ketua Komisi 1 DPRD Kab Belitung Fahrul Watoni, Sekda Kab Belitung Drs H Abdul Fatah M.Si, Kep. Dinas Pertambangan dan Energi Kep. Babel Ir H Noor Nedi M.Si, Muspida Kab Belitung, Satker di lingkungan Kan Belitung serta para undangan lainnya.

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung