Selasa, 5 Agustus 2008 08:29

Giliran DPRD Sidak Pangkalan Joint Bersama Pertamina

Tanjungpandan (WP), Karena permasalahan distribusi BBM terutama bensin yang tidak kunjung usai meski sudah dilakukan rapat pembahasan berulang kali, DPRD mengadakan Rapat Gabungan Komisi untuk mengidentifikasi akar permasalahan. “ Berdasarkan keputusan rapat itu DPRD menilai ada permasalahan di sisi hulunya, yakni Jober Pertamina Pangkallalang” jelas Budiarti S.Sos di ruang kerja (5/8). Joint Bersama (jober) antara perusahaan lokal milik Seswanto Astika dan Pihak Pertamina menurut Plh. Jober Kasmadi B.Kasmat hanya mampu menampung stok BBM selama 7 hari, sedangkan perjalanan dari UPMS II Palembang ke Tanjungpandan membutuhkan waktu 8 hari. “ keterangan ini mengindikasikan masalah distribusi BBM berawal dari sisi hulunya (jober)” ungkap Budiarti didampingi Mintarsih Arsidi. Seharusnya kendala pengangkutan juga diantisipasi. Selama ini pihak Jober menyatakan stok BBM cukup. Kecukupan ini juga pernah disampaikan Pihak Jober kepada Bupati Belitung Ir.Darmansyah Husein saat melakukan sidak (Warta Praja, 19/7). “ Setidaknya jober harus terbuka mengungkapkan kondisi tangki penampung, kendala alur sungai yang membatasi kapasitas kapal angkutan dan sebagainya, kalau dilihat dari selisih 1 hari waktu tempuh, ini menunjukkan Jober tidak mengantisipasi stok” tambah Budiarti. Bahkan ketika melakukan sidak Senin (4/8) sekitar jam 11:00, Ketua DPRD yang didampingi 13 anggota lain sempat dihalangi-halangi. “ Ada terkesan Pak Kasmadi takut menjalankan kewenangannya sebagai pelaksana tugas harian, secara operasional dia mendistribusikan BBM tetapi datanya tidak bisa di berikan (didistribusikan) ” kata Mintarsih. Pjs Jober Kasmadi B.Kasmat yang saat ini menjabat sebagai Asisten Layanan Jual menyatakan Kepala Jober Pertamina Tanjungpandan Ilham YS tidak berada ditempat dan akan kembali pada tanggal 11 Agustus nanti. “ Sejak setahun yang lalu DPRD meminta data- data distribusi BBM yang disalurkan ke SPBU dan APMS , namun sampai saat ini tidak ditindaklanjuti” tegas Suhardi pada saat melakukan sidak di Jober Pertamina Pangkallalang, Tangjungpandan. Menurut pihak Jober pada hari ini (4/7) Jober telah mendistribusi distribusi BBM solar sebanyak 109 kilo liter untuk wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung. Setiap APMS masing-masing disalurkan 5 kilo liter perhari. Diantaranya APMS Yus Yunifudin di Gantung, APMS milik Hariyanto di Dendang, APMS Nur Aik Rembikang, APMS Pieter di Cerucuk, Badau dan APMS Milik Madni di Tanjung Rusa. Sementara penyaluran BBM ke SPBU Sorda (Jalan Baru) hari ini sebanyak 24 kl, SPBU Pakallalang sebanyak 10 kl, SPBU Tanjungpandan (samping kantor kecamatan Tanjungpandan) sebanyak 10 kl. “ Sidak ini untuk menjawab aspirasi masyarakat sebagai wujud kinerja DPRD dalam menanggapi persoalan masyarakat” kata Suhardi. Pihak Jober berjanji akan menindaklanjuti permintaan data distribusi DPRD sekembalinya Pimpinan Jober Tanjungpandan dari dinas luar pada nanti tanggal 11 Agustus 2008 nanti, kata Kasmadi Sementara, rekapitulasi kebutuhan BBM dari bagian Perekonomian Setda Kabupaten Belitung pada tahun 2007 menyebutkan Jenis BBM Premium per bulan membutuhkan 3.807,78 kilo liter atau 45.693,36 kilo liter sedangkan Belitung Timur 775 kilo liter per bulan ataun 9.300 kilo liter per tahun. Jadi dalam setahun Jober Pertamina mendistribusikan 54.993,26 kilo liter ke dua kabupaten. Pemakaian BBM Solar untuk Kabupaten Belitung per bulan mencapai 10.587,04 kilo liter atau 127.044,48 kilo liter pertahun, sedangkan Belitung Timur sebanyak 4.044,48 kilo liter perbulan atau 48.534 kilo liter per tahun. Pemakaian Minyak tanah untuk Kabupaten Belitung mencapai 1.141,252 kilo liter per bulan atau 13.695,05 kilo liter per tahun sedangkan Belitung timur sebanyak 909,533 kilo liter per bulan atau 10.914,396 kilo liter per tahun. Menurut pensiunan Pengawas Jober Pertamina yang kini pemilik APMS Tanjung Rusa, Membalong, Madni seperti yang dijelaskan kembali Budiarti, beberapa waktu lalu memang terjadi penurunan pasokan BBM dari 110 kilo liter menjadi 65 kilo liter ke APMS Tanjung Rusa. Sementara untuk menunjang tugas guru SPBU Pangkalalang memprioritas pengisian bensin untuk guru dari jam 05:30 hingga 06:30.(fithrorozi) Sumber: