Rabu, 16 Maret 2011 09:48

MENDAGRI: SATPOL PP HARUS TEGAS TAPI HUMANIS

Tanjungpandan — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, tantangan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kedepan akan semakin berat. Konflik horizontal, konflik vertikal, terorisme, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya yang mengancam keselamatan masyarakat dan kekayaan negara harus dapat ditangani secara koordinatif, komprehensif, dan profesional.

Oleh karena itu Mendagri mengajak seluruh jajaran Satpol PP untuk meningkatkan profesionalitas dan disiplin pribadi dalam setiap palaksanaan tugas, dengan mengedepankan sikap etis dan humanis namun tegas. Hindari tindakan kekerasan, junjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

Selain itu, Mendagri juga mengajak seluruh jajaran Satpol PP untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga masyarakat, memegang teguh komintmen terhadap organisasi, serta menjalin kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait dan komponen masyarakat lainnya baik dalam melaksanakan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Mendagri dalam sambutan tertulis pada Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-61 tanggal 3 Maret 2011, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Belitung H Sahani Saleh, S.Sos selaku pembina upacara HUT Satpol PP ke-61 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, Rabu (16/3).

Penataan Bukan Penertiban
Menurut Mendagri, sejalan dengan bertambahnya usia pengabdian Satpol PP, masyarakat mendambakan kinerja Satpol PP yang semakin arif, peduli, dan tulus dalam mememberikan pelayanan kepada masyarakat. Agar harapan tersebut dapat terwujud, sudah seharusnya seluruh jajaran Satpol PP menjadi panutan masyarakat.
”Anggota Pol PP harus mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sehingga menghapus kesan negatif bahwa Pol PP berlaku tidak profesional dan tidak proporsional. Kesan ini memberikan citra yang tidak menguntungkan bagi seluruh jajaran Satpol PP,” kata Mengadri.

Kedepan, lanjut Mendagri, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya Satpol PP harus lebih mengedepankan penataan bukan penertiban. ”Hal ini mengingat apabila melalui penataan terkandung semangat kebersamaan antara masyarakat dengan aparat dalam mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, dan dilain pihak apabila melalui penertiban akan cenderung bertindak represif”.

Mendagri menekankan, sebagai institusi penyelenggara ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat, Satpol PP harus menampilkan wajah yang tegas namun tetap humanis. Wajah tegas bukan berarti arogan atau mau menang sendiri, tetapi harus tampil semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan tugasnya.
”Selain itu, wajah tegas berarti tidak mengenal kompromi dan tidak terpengaruh oleh berbagai godaan yang melanggar hukum dan sumpahnya. Di sisi lain, wajah humanis bersikap melindungi dan melayani serta berorientasi pada prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mendagri.

Membangun Satpol PP
HUT Satpol PP ke-61 bertema ”Membangun Kemitraan Satpol PP dengan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat”. Menurut Mendagri, tema ini dipilih sejalan dengan upaya Satpol PP untuk meningkatkan citra positifnya di tengah masyarakat.

Upaya membangun kemitraan itu, kata Mendagri, perlu didukung dengan kesadaran bahwa ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi tanggung jawab semua komponen masyarakat. Sinergi dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat mutlak diperlukan, tanpa melupakan tanggung jawab utama di pundak pemerintah.

Terkait dengan itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus secara konsisten membangun Satpol PP yang profesional, melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja berikut aturan pelaksanaannya.

Dalam kaitan itu pula Mendagri mengajak seluruh kepala daerah menjadikan HUT Satpol PP ke-61 sebagai momentum untuk mengoptimalkan eksistensi Satpol PP, baik dalam mendukung suksesnya otonomi daerah maupun dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).  Selain itu Mendagri juga berharap momen ini dijadikan sarana evaluasi dan introspeksi, untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi.

Upacara
Upacara peringatan HUT Satpol ke-61 di lingkungan Pemkab Belitung berlangsung di halaman Kantor Bupati Belitung, diikuti anggota Satpol PP dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Belitung. Bertindak selaku perwira upacara Kepala Satpol PP Azhar, S.IP.

Upacara ditandai dengan laporan komandan upacara kepada pembina upacara; pengibaran bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya; pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara; pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negeri Republik Indonesia Tahun 1945, Panca Prasetya Korpri, dan Panca Wira Satya Polisi Pamong Praja oleh petugas; pembacaan Sambutan Menteri Dalam Negeri oleh pembina upacara dan pembacaan doa.

Hadir mengikuti upacara unsur Muspida Kabupaten Belitung, Ketua DPRD Andi Saparudin Lanna, SH, Sekretaris Daerah Drs H Abdul Fatah, M.Si, kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, kepala bagian dan camat di lingkungan Pemkab Belitung. (syafei)

Sumber: Humas Setda Kab. Belitung