Pendidikan

Urusan pendidikan merupakan urusan strategis menyangkut pelayanan dasar yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Belitung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembangunan pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia didalam memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan didalam pembangunan di bidang politik, ekonomi, hukum dan sosial budaya serta bidang-bidang lainnya. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan yaitu adanya sumberdaya manusia yang berkualitas. Melalui program dan kegiatan pada urusan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Belitung mengarahkan pembangunan pendidikan kepada 1) peningkatan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang terjangkau berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi; 2) peningkatan ketersediaan dan mutu bahan ajar berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi; 3) peningkatan ketersediaan dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan; 4) pemerataan sebaran pendidik dan tenaga kependidikan; 5) optimalisasi dukungan penyelenggaraan pendidikan; 6) peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan; dan 7) peningkatan prestasi akademik dan non akademik siswa

Untuk Tahun Anggaran 2017, urusan pendidikan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Sanggar Kegiatan Belajar dan sekolah-sekolah dengan berbagai jenjang.  Selama periode waktu 2016-2017, hasil pendidikan di Kabupaten Belitung menunjukkan kondisi yang baik, hal didasarkan kepada capaian indikator kinerja yang meliputi, yaitu 1) Indeks Pembangunan Manusia (IPM); 2) Angka Partisipasi Murni (APM); 3) Angka Partisipasi Kasar (APK); 4) Angka Kelulusan (AK); 5) Angka Harapan Lama Sekolah; dan 6) Rata-rata Lama Sekolah.  Dimana secara umum indikator-indikator menunjukkan terjadinya peningkatan ke arah yang positif. Berikut ini penjelasan mengenai capaian beberapa indikator dimaksud :

a. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks pembangunan manusia adalah indikator penting untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.  Indikator ini dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar, yaitu 1) umur panjang dan hidup sehat yang diukur dengan indikator angka harapan hidup saat lahir; 2) pengetahuan yang diukur dengan indikator rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah; dan 3) standar hidup layak yang diukur dengan indikator pengeluaran per kapita disesuaikan.

Angka IPM menjelaskan bagaimana setiap penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.  Selain itu, indikator ini dipergunakan untuk menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara dan juga dipakai sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung didapatkan bahwa capaian angka IPM Kabupaten Belitung pada tahun 2016 sebesar 70,81 sebelumnya pada tahun 2015 sebesar 70,29  Dengan angka capaian IPM tahun 2016 tersebut, Kabupaten Belitung menduduki peringkat kedua dalam Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Dan tentunya peningkatan capaian angka IPM di atas memberikan penjelasan bahwa pembangunan sumberdaya manusia bergerak maju sebagai akibat pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah dari setiap urusan pembangunan.  Perkembangan capaian angka indeks pembangunan manusia Kabupaten Belitung dalam kurun waktu tahun 2012-2016 digambarkanmelalui grafik berikut ini :

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Belitung Tahun 2012-2016

Tahun

IPM (%)

2012

67.87

2013

69.27

2014

69.56

2015

70.29

2016

70.81

 

b. Angka Partisipasi Murni

Angka partisipasi murni adalah prosentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan.  Pada tahun 2016-2017 capaian perkembangan indikator APM pada masing-masing jenjang adalah sebagai berikut :

1. Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2016 sebesar  107,34%   menjadi sebesar 108,85% pada tahun 2017

2.Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2016 sebesar 100,15  % menjadi sebesar 81,83 % pada tahun 2017

Angka Partisipasi Murni Jenjang SD dan SMP Tahun 2013-2017

No

Angka Partisipasi Murni per Jenjang Pendidikan (%)

Tahun

2013

2014

2015

2016

2017

(1)

(2)

(4)

(5)

(6)

(7)

(7)

1.

SD

98,52

98,65

99,80

107,34

108,85

2.

SMP

87,61

88,33

87,77

100,15

81,83

Sumber data

:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung,

Tahun 2018

c. Angka Partisipasi Kasar

Angka partisipasi kasar adalah prosentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut.  Dalam kurun waktu tahun 2016-2017, perkembangan capaian angka APK pada masing-masing jenjang adalah sebagai berikut :

1. Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2016 sebesar 122,53 % menjadi sebesar 119,44% pada tahun 2017;

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2016 sebesar 111,07 % % menjadi sebesar 102,95 % pada tahun 2017;

Angka Partisipasi Kasar Jenjang SD dan SMP Tahun 2013-2017

No

Angka Partisipasi Kasar per Jenjang Pendidikan (%)

Tahun

2013

2014

2015

2016

2017

(1)

(2)

(4)

(5)

(6)

(7)

(7)

1.

SD

108,40

106,09

120,78

122,53

119,44

2.

SMP

107,92

102,54

101,82

111,07

102,95

Sumber data

:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung,

Tahun 2018

 

d. Angka Kelulusan

Angka kelulusan adalah prosentase jumlah siswa yang lulus ujian terhadap jumlah siswa peserta ujian.  Secara umum, pada periode Tahun Anggaran 2016-2017 angka kelulusan menunjukkan perkembangan yang sangat baik.  Adapun gambaran perkembangan untuk setiap jenjang adalah sebagai berikut :

1. Sekolah Dasar(SD) pada tahun 2016 sebesar 100,00 % tetap sebesar 100,00 % pada tahun 2017;

2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2016 sebesar 100,00 % tetap sebesar 100,00 % pada tahun 2017;

Angka Kelulusan Jenjang SD dan SMP 2013-2017

No

Angka Kelulusan per Jenjang Pendidikan       (%)

Tahun

2013

2014

2015

2016

2017

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

1.

SD

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

2.

SMP

99,77

100,00

100,00

100,00

100,00

Sumber data

:

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung,

Tahun 2018

 

e. Angka Harapan Lama Sekolah

Angka harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.  Indikator ini dihitung untuk penduduk berusia 7 (tujuh) tahun ke atas.  Mengacu kepada data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung bahwa ditahun 2016 capaian indikator ini mencapai 11,47 tahun sedangkan sebelumnya ditahun 2015 hanya mencapai 11,32 tahun.  Hal ini mencerminkan bahwa kesadaran, keinginan dan harapan masyarakat untuk dapat berpendidikan lebih baik semakin bergerak ke arah yang lebih tinggi.  Guna menjawab keinginan dan kebutuhan ini maka ketersediaan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas mutlak diperlukan.  Berikut ini perkembangan capaian indikator angka harapan lama sekolah dalam kurun waktu tahun 2012-2016 :

Tahun

Harapan Lama Sekolah (tahun)

2012

10.44

2013

10.6

2014

10.77

2015

11.32

2016

11.47